Polres Garut Ancam Pidanakan Preman Peras Wisatawan

253

GARUT — Kepolisian Resor Garut mengancam akan memidana pihak yang memeras wisatawan di kawasan objek wisata di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ancaman itu sebagai upaya memberantas premanisme dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada wisatawan saat musim libur pergantian tahun.

“Kalau ada yang tetap ngeyel melakukan pemerasan dan merugikan wisatawan kami akan pidanakan,” kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Budi Satria Wiguna kepada wartawan di Garut, Minggu (30/12/2018).

Kepolisian bersama TNI dan petugas pemerintah daerah terkait telah berkoordinasi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di kawasan objek wisata, termasuk mengantisipasi premanisme.

Yang menjadi perhatian Kepolisian, yakni premanisme terkait parkir kendaraan dan cuci mobil di objek wisata Cipanas Garut di Kecamatan Tarogong Kaler.

Menurut laporan, kata dia, wisatawan sering mengeluhkan masalah parkir kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah daerah dan wisatawan diminta untuk membayar jasa cuci mobil tanpa kesepakatan sebelumnya.

“Dulu pernah saya tertibkan mereka yang memeras minta uang untuk cuci mobil, kalau masih saja ada akan saya pidanakan,” kata Budi.

Kepolisian telah disiagakan di kawasan objek wisata di Garut untuk mengantisipasi adanya tindakan pemerasan di lokasi wisata.

Ia berharap adanya kerja sama dengan wisatawan untuk melaporkan kepada petugas setempat apabila merasa menjadi korban pemerasan oleh pihak tertentu.

“Masyarakat harus peka, kalau bisa lapor saja ke keamanan di sana atau aparat, jangan diam saja, harus aktif,” katanya.

Ia mengungkapkan, Kepolisian memiliki tugas dan tanggung jawab dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat terutama wisatawan dari segala premanisme.

Kabupaten Garut merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara sehingga citra daerah Garut harus terjaga dengan baik.

“Garut ini jadi sorotan dunia, untuk itu jangan menciptakan suasana yang mengganggu wisatawan,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...