Polres Metro: Miras Oplosan Meningkat di Bekasi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BEKASI — Polres Metro Bekasi Kota mencatat peredaran Narkotika mengalami penurunan, tetapi Miras Oplosan mengalami peningkatan dibanding tahun lalu di daerah setempat.

Miras Oplosan
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes. Pol. Indarto. Foto: Muhammad Amin

Hal tersebut disampaikan saat memusnahkan barang bukti 5.000 botol Miras berbagai merek, oplosan 59 drum, 11 kilogram ganja, 15 Kilo gram shabu hasil operasi pekat jaya dan cipta kondusif 2018.

“Ribuan miras dan ganja itu merupakan hasil operasi tahun 2018. Tetapi sebagian sudah dimusnahkan pertengahan tahun lalu dan sudah dimusnahkan di Polda Metro Jaya,” ungkap Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol. Indarto, Senin (24/12/2018).

Dikatakan, untuk peredaran Narkotika di Kota Bekasi, 2018 trennya menurun. Tetapi Miras baik oplosan dan berbagai merek mengalami peningkatan signifikan sekitar 15 persen .

Namun demikian imbuhnya, menurunnya atau meningkatnya hasil tangkapan Narkotika di Kota Bekasi adalah gambaran dari kinerja anggota Kepolisian. Karena umumnya hasil tangkapan merupakan pengembangan dan temuan polisi.

“Diharapkan peran semua elemen masyarakat. Jika melihat peredaran narkoba atau miras segera melapor ke polisi dan dipastikan akan segera ditindak,”tegas Indarto.

Menurutnya, saat ini, Polres Metro Kota Bekasi, terus menggalakkan razia Miras oplosan dan peredaran obat terlarang. Hal itu dilaksanakan untuk meminimalisir kejahatan akibat miras yang kerap terjadi di Kota Patriot.

Peredaran Miras di Kota Bekasi paling banyak di tiga kecamatan meliputi Bekasi Timur, Pondok Gede dan Kecamatan Jatiasih.

“Miras oplosan terbanyak jenis Ciu, dan beberapa bulan lalu Polisi dari Polsek Bekasi Timur, mengungkap dua home industry di wilayahnya,”papar Indarto.

Lebih lanjut dia mengatakan, di Kota Bekasi, tidak hanya Miras Oplosan yang perlu di waspadai. Tetapi peredaran obat keras seperti jenis megadon dan nipam yang marak dijual di tokoh obat. Hal itu juga menjadi perhatian serius Polres Metro Bekasi Kota.

“Kejahatan Narkoba harus secara simultan preferensi dan prefentif harus digalang. Jika bicara pencegahan maka bicara banyak hal,” pungkas Indarto.

Lihat juga...