Polresta Malang Terjunkan 300 Personel Amankan Nataru

Editor: Koko Triarko

MALANG – Kepolisian Resort Kota Malang, menerjunkan 300 personel untuk mengamankan sekaligus mengurai potensi kemacetan di kota Malang selama libur Natal dan Tahun Baru 2019. Kapolresta Malang, Ajun Komisaris Besar Polisi Asfuri, S.I.K., MH., menyebutkan, selain dari kepolisian, berbagai instansi dan elemen masyarakat juga siap mengamankan Nataru.

“Dalam pengamanan operasi lilin semeru kali ini, personel Polres Malang yang dilibatkan sebanyak 300 orang, ditambah dari instansi lainnya, baik dari TNI, Pemkot Malang, maupun dari elemen masyarakat lainnya, sehingga totalnya sekitar 500 orang,” jelasnya, usai  apel gelar pasukan  Operasi Lilin Semeru di Alun-alun Merdeka Kota Malang, Jumat (21/12/2018).

Disampaikan Asfuri,  secara garis besar pengamanan lebih diperketat di gereja-gereja yang memiliki banyak jemaah, yang berada di tiga titik, yang sudah dibuatkan pos penjagaan, yakni di Gereja Ijen, Kayoetangan, dan Gereja di depan Masjid Sabilillah.

Namun, katanya, tidak menutup kemungkinan, personel gabungan akan disebar, termasuk ke gereja-gereja lainnya, yang bertujuan untuk mengamankan kegiatan ibadah di semua gereja yang ada di kota Malang.

“Sebelum pelaksanaan operasi lilin, kita sudah melaksanakan rapat koordinasi eksternal dengan mengundang tokoh-tokoh agama. Kami juga mengundang manajer dari pertokoan maupun mall dan perhotelan, agar dalam pelaksanaan natal dan tahun baru kali ini, para perusahaan tidak memaksakan pada pekerjanya untuk mengenakan atribut natal,” ungkapnya.

Menurut Asfuri, personelnya sekaligus melaksanakan pengaturan lalu lintas, karena biasanya di wilayah Malang, pada libur natal dan tahun baru mengalami peningkatan arus.

Untuk mengatisipasi terjadinya kemacetan pada tahun baru, Polresta Malang telah bekerja sama dengan dinas perhubungan dan semua polres di Malang raya.

“Pada saat nanti ada kemacetan, kita akan melakukan rekayasa lalu lintas, sesuai perkembangan dan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Untuk titik kemacetan sendiri, berada pada perbatasan kota dan kabupaten di daerah Karanglo. Selanjutnya, di PDAM lama dan jembatan di depan gerbang Universitas Brawijaya.

Kemudian nanti pada pelaksanaan perayaan tahun baru, di Alun-alun maupun jalan ijen kemungkinan juga akan terjadi kepadatan kendaraan.

“Bagi masyarakat Malang maupun masyarakat yang menuju Malang dan kota Batu, tentunya kami menyampaikan pesan, agar mereka mematuhi peraturan lalu lintas. Bila melakukan perjalanan jarak jauh, kondisi kendaraan harus diperiksa lebih dulu, jangan sampai nanti justru terjadi kecelakaan akibat kelalaian dari pengemudi. Termasuk, jika selama perjalan merasa mengantuk, silahkan beristirahat di pos-pos keamanan polisi terdekat,” imbaunya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, meminta agar seluruh masyarakat kota Malang saling bahu-membahu, ikut menjaga kondusivitas Kota Malang.

“Masyarakat juga harus turut menjaga keamanan Kota Malang, karena bagaimana pun juga, iven seperti ini bisa menjadi wahana bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk memecah belah kedamaian masyarakat Kota Malang. Untuk itu, kita harus saling menghargai dan menghormati,” pungkasnya.

Lihat juga...