Posko Siaga Banjir-Longsor di Bantul Mulai Didirikan

208
Ilustrasi -Dok: CDN
YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, mendirikan posko siaga banjir dan tanah longsor di 20 titik yang rawan atau berpotensi bencana tersebut, saat musim hujan.
“Hujan di Bantul selama ini masih belum begitu ekstrem, curah hujan belum lebat dan durasi belum panjang, namun demikian antisipasi tetap kita buat posko banjir longsor di 20 titik,” kata Pelaksana tugas (plt) Kepala BPBD Bantul, Dwi Daryanto di Bantul, Minggu (2/12/2018).
Menurutnya, pendirian 20 posko itu dengan melibatkan potensi personel maupun sumberdaya manusia (SDM) para relawan dalam forum pengurangan risiko bencana (FPRB), yang terbentuk di desa setempat.
“Teman-teman FPRB akan pantau terus situasi di wilayahnya, dan itu jadi sebuah potensi yang perlu kita apresiasi dengan swadaya, dengan pemahamannya sendiri mereka turut serta mengkondisikan supaya ancaman tidak terjadi di Bantul,” jelasnya.
Menurutnya, 20 posko itu saat ini sudah mulai berjalan, tiap-tiap posko siaga selama 24 jam, sehingga akan ada personel yang berjaga terus secara bergiliran, dengan dukungan peralatan dan logistik dari instansinya.
“Masyarakat membuat posko, kita fasilitasi dari sisi logistik. Posko itu di antaranya di Piyungan tiga posko, yaitu di Desa Srimartani, Srimulyo dan Sitimulyo, kemudian di wilayah Pleret ada posko baik longsor maupun banjir,” terangnya.
Pendirian posko itu, di wilayah Bantul yang selama ini sudah menjadi kajian dari BPBD untuk diprioritaskan dibuat posko. Pendirian posko pun bersifat insidentil atau hanya bertepatan dengan musim hujan yang rawan potensi bencana itu.
“Posko sifatnya insidentil, manakala musim hujan, jadi tidak setiap hari ada posko. Posko dilengkapi alat komunikasi, di samping itu petugas berkeliling melihat potensi yang ada, sehingga sedini mungkin potensi itu bisa kita antisipasi,” lanjutnya.
Dia mengatakan, di titik-titik rawan tanah longsor tersebut sebagian wilayah sudah diuji coba untuk pemasangan early warning system, (EWS) atau sistem peringatan dini, ketika ada tanda-tanda atau gejala tanah longsor. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...