PPDI Minta Pemerintah Libatkan Disabilitas dalam Perencanaan Pembangunan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

183

BEKASI — Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Gufroni Sakaril, meminta kepada Menteri, dan kepala daerah baik tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota dapat melibatkan penyandang disabilitas dalam perencanaan pembangunan.

“Yang tahu persis, mengenai kebutuhan disabilitas dan haknya adalah penyandang. Jadi harus dilibatkan dari tingkat kelurahan atau desa,” tandas Gufron dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018, di Kota Bekasi yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Senin (3/12/2018).

Ia menilai, saat ini masih banyak wilayah di Indonesia belum mengikutkan penyandang disabilitas dalam merencanakan tata ruang daerah.

“Soal data atau angka jumlah penyandang disabilitas tidak perlu diperdebatkan karena itu tidak penting. Terpenting adalah kehadiran negara untuk memenuhi hak penyandang,” sebutnya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kesempatan tersebut meminta Kementerian Sosial (Kemensos) RI segera merealisasikan pembangunan pabrik khusus disabilitas. Pasalnya usulan itu sudah disampaikan dari empat tahun lalu, tapi hingga sekarang belum terelisasi.

“Harus segera dibangun pabrik khusus disabilitas, entah itu garmen, elektronik atau inovasi yang lain,” kata Jokowi saat mengikuti peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018, di Kota Bekasi, Senin (3/12/2018).

Peserta peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diselenggarakan di Kota Bekasi. Foto: Muhammad Amin

Dikatakan, Indonesia membutuhkan wadah yang bisa menampung dan mengembangkan ruang, bagi penyandang disabilitas, agar mereka bisa berprestasi dan berkarya.

Dalam peringatan Disabilitas Internasional Tahun 2018 di Kota Bekasi, mengambil tema, Inklusi dan Ramah Disabilitas. Banyak pameran hasil karya disabilitas dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan itu pemerintah membagikan alat bantu dengar 2.000 unit dan 1.000 kursi roda untuk penyandang disabilitas.

Baca Juga
Lihat juga...