Presiden Portugal Terpesona Tari Bali

166
Ilustrasi Tari Bali - Dok CDN

LONDON – Presiden Republik Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa, terpesona dengan pertunjukan tari Bali dan Topeng Keras. Hal tersebut terjadi, saat Marcelo mampir di Booth Indonesia, dalam Bazar Diplomatik, yang diadakan di Centro de Congressos de Lisboa, Lisabon, Portugal.

Dubes RI di Lisabon, Ibnu Wahyutomo, menyambut secara langsung kedatangan Presiden Portugal, Marcelo Rebelo de Sousa di booth Indonesia dalam Bazar Diplomatik tersebut. Fungsi Pensosbud KBRI Lisabon, Andre Nurvily, menyebut,  Dubes Ibnu Wahyutomo, menyambut kedatangan Marcelo dengan mengalungkan kain tenun khas NTT, sebagai cendera mata dari Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan KBRI Lisabon menjelaskan, keberadaan produk unggulan yang dipromosikan. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang menampilkan pertunjukan budaya dalam kegiatan tersebut, dan mendapatkan apresiasi yang tinggi dari Presiden Portugal.

Presiden Marcelo, meluangkan waktu menyaksikan pertunjukan sebelum meninggalkan lokasi kegiatan. Selama 3,5 jam kunjungan, presiden Portugal mendatangi setiap booth sambil menyapa ramah dan melihat produk unggalan yang ditawarkan. Bazar Diplomatik tahun ini diikuti 40 booth, terdiri dari pewakilan negara-negara, melalui kedutaan besarnya di Portugal, daerah otonomi Azores dan Madeira, serta lembaga promosi Amerika Latin dan Karibia yang ada di Portugal.

Booth Indonesia menyajikan produk unggulan seperti kain batik, kain tenun, hasil kerajinan tangan, aksesoris, serta kuliner tradisional Indonesia seperti rendang, sate ayam, nasi kuning, nasi goreng, onde-onde, panada, lumpia, dan nasi bakar.

Bazar dihadiri sekira 1.000 orang pengunjung, bertujuan untuk mempromosikan produk unggulan suatu negara kepada masyarakat di Portugal. Kegiatannya juga menjadi ajang penggalangan dana, dengan cara menyumbangkan sebagian keuntungan dari hasil penjualan, tiket masuk dan door prize, untuk lembaga penanganan penyandang cacat, penderita Multiple sclerosis, dan Alzheimer di Portugal. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...