Produksi Beras Lebak Surplus 210.870 Ton

Beras, ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Produksi beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, surplus 210.870 ton. Hal itu membuat, produksi yang dimiliki bisa untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga 17,6 bulan mendatang.

“Kami mengapresiasi produksi beras surplus dan melimpah,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, Minggu (16/12/2018).

Meski petani Kabupaten Lebak mengalami kemarau sejak Juli hingga Agustus 2018. Petani Lebak tetap bisa menanam dengan bantuan pompanisasi. Petani memanfaatkan pompa, untuk menyedot air dari sungai, sumber mata air, atau embung untuk mengairi sawahnya.

Karena itu, produksi beras di Kabupaten Lebak terus berlangsung, dan tidak mengalami gagal panen akibat kemarau. “Kita sudah biasa, jika kemarau mengoptimalkan pompanisasi, sehingga tidak berdampak terhadap ancaman pangan,” tambahnya.

Berdasarkan data, jumlah produksi pangan di Kabupaten Lebak hingga September 2018, sebanyak 622.939 Gabah Kering Giling (GKG). Jika dikalkulasikan, produksi beras mencapai 342.616 ton. Kebutuhan beras masyarakat di daerah tersebut, rata-rata 114 kilogram per kapita per tahun. Jumlah penduduk di lebak saat ini 1,2 juta jiwa. Sedangkan, konsumsi beras per tahun mencapai 143.724 ton atau 11.977 ton per bulan.

Selama ini, kebutuhan beras sampai dengan November 2018 sebanyak 131.747 ton. Hal itu menjadikan, ada surplus produksi 210.870 ton. “Kami menjamin produksi beras lokal melimpah dan mencukupi untuk kebutuhan pangan masyarakat,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...