Program KPST Jakbar Diharap Kurangi Volume Sampah

JAKARTA — Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama Bank Indonesia meresmikan program terbaru yakni Kampung Penanganan Sampah Terpilah (KPST) yang diharapkan dapat mengurangi volume sampah rumah tangga.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy Mulyanto, mengatakan program tersebut merupakan salah satu wujud instruksi Gubernur DKI Jakarta perihal pengurangan volume sampah.

“Program KPST merupakan tindaklanjut Intruksi Gubernur DKI Jakarta terkait penanganan sampah di Ibukota. Delapan KPST yang merupakan perwakilan RT di delapan kecamatan akan dibina untuk mengolah sampah organik atau sisa makanan menjadi pupuk kompos cair maupun padat,” ujar Edy di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Edy mengharapkan dengan apdanya program tersebut setiap rumah tangga sudah harus memilah sudah harus memilah sampah dari rumah antara sampah anorganik dan sampah organik.

Sudin Lingkungan Hidup Jakbar bekerja sama dengan Bank Indonesia memberikan sarana berupa tong komposter untuk pengolahan lebih lanjut produksi sampah organik menjadi kompos.

Di sisi lain, kerja sama yang berkesinambungan dengan Bank Indonesia diantaranya adalah sosialisasi program bersama GENBI (Generasi Baru Indonesia), dimana ada 100 orang mahasiswa penerima beasiswa BI direkrut untuk sosialisas KPST.

Edy menargetkan, program KPST akan terus bergulir sehingga ditargetkan 56 kelurahan di Jakarta Barat akan memiliki satu kampung pengelolaan sampah terpadu.

“Di tahun 2020, kami menargetkan setiap RW di Jakarta Barat memiliki satu RT untuk menjadi KPST sehingga permasalahan sampah organik di Jakarta Barat tuntas,” paparnya. (Ant)

Lihat juga...