Program Pak Harto Selalu Menyentuh Masyarakat Paling Bawah

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Dalijan masih ingat betul, dua puluh dua tahun silam, tepatnya 20 November 1996, desa terpencil tempat tinggalnya, pernah menggelar sebuah hajat besar, karena kehadiran orang nomor satu di Indonesia. 

Dalijan – Foto: Jatmika H Kusmargana

Tujuh hari sebelum acara digelar, Desanya Hargowilis, Kokap Kulonprogo, harus disterilkan, untuk menjamin keamanan sang tokoh besar yang merupakan bapak bangsa. “Sejak H-7, semua wilayah di sekitar tempat acara sudah disterilisasi. Banyak tentara dan aparat keamanan dimana-mana, untuk berjaga-jaga,” kenang Dalijan, yang kala itu masih berumur sekira 40 tahun.

Tepat pada hari itu, Presiden RI ke-dua, HM Soeharto, datang ke Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Datang, untuk meresmikan bendungan yang diberi nama Waduk Sermo.

Waduk tersebut dibangun, sebagai salah satu infrastruktur vital, pendukung sektor pertanian di Kulonprogo. “Saya masih ingat, Pak Harto kala itu datang menggunakan Helikopter. Pengamanannya sangat ketat. Di sepanjang jalan banyak sekali Paspamres. Sebagai rakyat, banyak warga desa termasuk saya yang pengen bersalaman. Tapi tidak mungkin, sehingga hanya kepala desa saja yang bisa,” katanya.

Dimata Dalijan, yang merupakan Kepala Desa Hargowilis saat ini, Pak Harto merupakan sosok pemimpin besar bangsa, yang sangat disegani rakyatnya. Sebagai presiden, Pak Harto, dikenal memiliki visi pembangunan yang sangat jauh.  “Program-program Pak Harto itu sangat luar biasa. Melalui Repelita nya, beliau menyusun program-program pembangunan yang bisa menyentuh hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Contohnya, ya, Waduk Sermo ini,” katanya.

Dengan adanya Waduk Sermo, ribuan rakyat kecil yang mayoritas berprofesi sebagai petani di wilayah Kulonprogo, bisa merasakan manfaat bahkan hingga saat ini. Hal itu tak lepas karena jasa Pak Harto, yang mampu menyiapkan sumber air irigasi bagi 7.000 hektar lebih lahan pertanian, di sedikitnya lima kecamatan di Kulonprogo.

Prasasti peresmian Waduk Sermo – Foto Jatmika H Kusmargana

 

“Tak hanya mengairi lahan pertanian, Waduk Sermo ini juga bermanfaat sebagai sumber air bersih yang dikelola PDAM. Menanggulangi persoalan banjir di wilayah Wates dan Pengasih, hingga bisa dimanfaatkan untuk pariwisata,” katanya.

Dalijan berharap, ke depan Indonesia bisa memiliki sosok pemimpin yang mampu menyusun program-program pembangunan, yang bisa bermanfaat hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Tidak hanya program pembangunan, yang hanya dapat dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

Lihat juga...