Puluhan Ribu Proposal Penelitian Satwa Liar Masuk ke Pemerintah

Editor: Mahadeva WS

Dirjen Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr. Mohammad Dimyati – Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Pemerintah menerima 40.000 hingga 50.000 proposal penelitian dari Perguruan Tinggi (PT). Saat ini sudah dilakukan seleksi, untuk menentukan proposal yang bisa mendapatkan alokasi pembiayaan dari pemerintah.

Diperkirakan, dari puluhan ribu proposal tersebut, hanya akan didapatkan sekira 18.000 hingga 20.000 penelitian yang akan dibiayai. “Disini kita hanya bicara tentang perguruan tinggi saja. Jadi ada sekira 40 persen dari total proposal yang akan masuk dalam skema sistem informasi manajemen penelitian dan pengabdian masyarakat,” ungkap Dirjen Penelitian dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr. Mohammad Dimyati, Rabu (19/12/2018).

Menurutnya, yang menyaring proposal adalah para reviewer, yang sudah tersertifikasi internasional. “Untuk anggarannya Rp1,2 triliun setahun,” tambahnya.

Dimyati menyebut, pemerintah saat ini sedang membahas sistem pembiayaan penelitian dari non pemerintah. Selama ini, anggaran penelitian 84 persennya dari pemerintah. Dengan sistem baru, akan mendorong swasta untuk memiliki kepedulian terhadap penelitian. “Tren pembiayaan dari luar negeri memang meningkat. Tapi itu pun masih kurang. Jadi memang dibutuhkan upaya-upaya baru untuk mendukung para peneliti ini. Yang ujung-ujungnya adalah untuk menjaga kelestarian satwa maupun tumbuhan di Indonesia,” urai Dimyati.

Pemerintah menunjukan perhatiannya kepada dunia penelitian dengan memberi bantuan para peneliti, terkait penggunaan teknologi DNA dalam forensik satwa liar. Penelitian di back-up oleh Menristekdikti. Penelitian yang dibantu, yang sesuai prioritas riset nasional, yang dibatasi pada delapan bidang. Delapan fokus tersebut adalah, pangan, kesehatan, energy dan EBT, hankam, transportasi, maritime, social humaniora, pendidikan dan seni serta rekayasa genetika dan teknik.

Lihat juga...