Puluhan Rumah di Sikka Terendam Banjir

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Hujan deras yang mengguyur Kota Maumere dan sekitarnya, menaikan volume air di Kali Lua, yang berada di Desa Hoder, Kecamatan Waigete. Air sungai meluap dan menggenangi rumah warga.

“Akibat banjir, ada 28 rumah warga, dengan total 142 jiwayang terendam banjir. Warga  yang terdampak berada di RT 14, 15 dan 16. Semuanya ada 26 Kepala Keluarga (KK),” sebut Kepala Desa Hoder, Martina Bunga, Jumat (28/12/2018).

Banjir terjadi pada 26 Desember 2018 malam, sekira pukul 20.00 WITA. Saat kejadian, warga belum banyak yang terlelap tidur, dan kondisi listrik tidak padam, sehingga memudahkan proses pengungsian warga. Terjangan banjir membuat turap pengaman jembatan dan jalan negara Trans Flores, di kilometer 16 ambruk sepanjang 100 meter. “Pemerintah sudah melaporkan permasalahan ini ke Bina Marga untuk dieprbaiki,” sebutnya.

Boby, salah seorang warga Hoder mengatakan, meluapnya Kali Lua di wilayah itu, bukan baru pertama kali terjadi. Setiap musim hujan, sungai tersebut selalu meluap. Hal tersebut selalu diwaspadai oleh warga yang tinggal di sekitarnya. “Warga sudah berulangkali mengusulkan kepada pemerintah melalui musrenbangdus hingga musrenbangdes, agar pemerintah membangun saluran pembuangan, namun tidak direspon,” sesalnya.

Lumpur yang terbawa air dan menggenangi pemukiman warga desa Hoder kecamatan Waigete kabupaten Sikka.Foto : Ebed de Rosary

Selain saluran pembuangan, warga juga mengusulkan dibangunkan embung. Lokasinya di sebelah atas perkampungan Dusun Lua, Desa Hoder. Embung dibutuhkan untuk menampung air, dan mengurangi debit air saat banjir. “Banjir sering terjadi, dan kami juga sudah usulkan bangun embung, tapi itu pun tidak pernah direspon pemerintah. Embung juga penting, agar kami bisa mempergunakannya untuk memberi minum hewan ternak, dan menyirami tanaman pertanian,” tandasnya.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengaku telah meminta BPBD dan Dinas Sosial Sikka, untuk mendata jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan banjir tersebut. “Ini bantuan tanggap darurat untuk korban yang rumahnya rusak. Bantuan ini jangan dilihat nilainya, tetapi inilah wujud dan tanggung jawab pemerintah kepada korban yang rumahnya terendam banjir,” tuturnya.

BPBD dan Dinas Sosial diminta membangun posko untuk memudahkan penanganan. Selain itu, Camat Waigete bersama Kepala Desa Hoder, juga diminta menyiapkan petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas), agar siaga di posko yang ada di lokasi turap yang ambruk.

Lihat juga...