Rakor Nataru, Kapolres Banyumas Ingatkan Bahaya Teroris

Editor: Mahadeva WS

PURWOKERTO – Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, mengingatkan potensi ancaman terorisme di wilayahnya. Di Banyumas disebutnya, terdapat lima orang mantan napi teroris, serta adanya indikasi jaringan teroris yang gerakannya pro ISIS.

Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun – Foto Hermiana

Pernyataan tersebut, disampaikan Kapolres dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral, dalam rangka pengamanan Natal dan tahun Baru (Nataru), di aula Rekonfu Polres Banyumas, Rabu (19/12/2018). Menurut Kapolres, aksi terorisme selalu mencari momentum, termasuk momentum perayaan Nataru. ʺYang perlu diwaspadai juga pada akhir tahun ini adalah terorisme. Sebab mereka selalu mencari momentum. Mencari waktu yang tepat, untuk melancarkan aksi. Para teroris ini selalu butuh panggung, dan aksi-aksi yang dilakukan bisa menimbulkan korban, baik dari masyarakat maupun dari polri,ʺ terangnya.

Kapolres menyebut, di Banyumas ada indikasi keberadaan orang-orang yang pro ISIS. Mereka telah dideportasi dari Turki di 2015 lalu, dan sekarang berada daerah tersebut. Ada juga kelompok intoleran, eks napi teroris dan indikasi jaringan teroris. Polres Banyumas sudah berkoordinasi dengan Densus 88 mengenai persoalan tersebut. Para eks teroris, dinyatakan tidak terlibat dalam jaringan aktif, dan tidak terlibat dalam kegiatan aksi amaliyah.

ʺMeskipun tidak terlibat dalam jaringan yang aktif dan tidak terlibat dalam kegiatan aksi amaliyah, namun keberadaan mereka tetap harus diwaspadai dan dilakukan berbagai antisipasi supaya tidak sampai terjadi aksi teror. Karena itu, rakor ini digelar, salah satunya, kami butuh masukan dari seluruh stakeholder yang hadir, baik dari Pemkab Banyumas, dari berbagai dinas, ormas, Kodim dan lain-lain,ʺ tandas Bambang.

Pada momentum perayaan Natal dan pergantian tahun, sekecil apapun peluang terorisme, harus diwaspadai dan diantisipasi. Perjalanan menuju akhir dan awal tahun di Banyumas, akan diusahakan semaksimal mungkin berjalan kondusif dan aman.

Komandan Banser Banyumas, Andre Widiyanto, yang hadir dalam rakor mengatakan, pada akhir tahun hingga awal bulan Januari nanti, pihaknya akan membuka 130 titik posko. Keberadaanya, untuk mengantisipasi berbagai macam isu yang muncul, isu gerakan kiri, isu terorisme dan persoalan lainnya.

Lihat juga...