Rambah Hutan Lindung, KLHK Sita Alat Berat

200

PEKANBARU  – Balai Penegakan Hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) Wilayah II Sumatera, sita tiga alat berat jenis eskavator, saat tengah melakukan perambahan kawasan hutan cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Bengkalis, Riau.

Kepala Balai Gakkum KHLK Wilayah II Sumatera, Eduwar Hutapea, di Pekanbaru, Jumat, menjelaskan, selain menyita tiga alat berat, petugas turut mengamankan empat orang pelaku.

“Salah satu di antara mereka ada pecatan TNI atas nama Sudigdo alias Digdo,” ungkap Edo, sapaan Eduwar Hutapea.

Namun, ia menjelaskan, saat ini para pelaku yang diamankan bersamaan dengan tiga alat berat di kawasan terlarang perambahan itu, masih berstatus sebagai saksi.

Edo mengatakan, bahwa pengungkapan tersebut merupakan hasil koordinasi apik antara jajaran Gakkum KLHK bersama TNI dan Polri di kawasan Giam Siak Kecil Bukit Batu, tepatnya di Kecamatan Bandar Laksamana dan Bukit Kerikil, Kabupaten Bengkalis.

Tim yang memperoleh informasi masyarakat adanya perambahan selanjutnya melakukan operasi terpadu pada Kamis petang kemarin (6/12). Hasilnya, empat pelaku dan tiga alat berat berukuran besar disita, hingga harus dievakuasi menggunakan kendaraan tronton.

Hari ini seluruh barang bukti  telah berada di Kantor Gakkum KLHK Wilayah II Sumatera untuk proses penyelidikan.

Lebih jauh, Edo menjelaskan, seluruh alat berat itu digunakan di lokasi perkebunan sawit kawasan konservasi . “Ketiga alat berat dipergunakan untuk mempersiapkan lokasi perkebunan kepala sawit. Itu terbukti dengan ditemukan ratusan bibit sawit siap tanam dan sebagian sudah ditanami,” ujarnya.

Sementara itu, disinggung terkait peran Digdo, pecatan TNI itu, Edo mengatakan masih mempelajari lebih jauh. Hanya saja, ia menuturkan, Digdo yang sebelumnya berpangkat Sersan Mayor itu, pernah terlibat kasus pembakaran hutan di lokasi yang sama. “Pada saat itu dia diberhentikan dengan tidak hormat,” ujarnya.

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu merupakan kawasan konservasi yang mendapat pengakuan sebagai cagar biosfer dari UNESCO pada 2009 dengan total luas mencapai 178.722 hektare (ha). Terdiri dari zona inti berupa Kawasan Suaka Margasatwa (KSM) Giam Siak Kecil dan KSM Bukit Batu di Kabupaten Siak dan Bengkalis, Riau.

Namun, perambahan dan okupansi liar menjadi masalah besar yang terus menggeregoti hutan lindung paru-paru dunia tersebut. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...