Raperda Kerja Sama Daerah Banyumas Jadi Percontohan Nasional

Editor: Koko Triarko

Ketua Komisi A DPRD Banyumas, Sardi Susanto -Foto: Hermiana E Effendi

PURWOKERTO – Raperda Kerja Sama Daerah, inisiatif dari Komisi A DPRD Banyumas mendapat apresiasi dari Kemendagri, dan akan direkomendasikan untuk menjadi percontohan. Nantinya, seluruh DPRD kabupaten dan provinsi akan direkomendasikan untuk belajar tentang Raperda tersebut ke Banyumas.

Ketua Komisi A DPRD Banyumas yang juga Ketua Pansus Raperda Kerja Sama Daerah, Sardi Susanto, mengatakan, pada saat paparan di Kemendagri, mendapat respons sangat positif dan dinyatakan sebagai raperda pertama yang ada di Indonesia.

Saat ini, Raperda tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut, dan ditargetkan akan selesai pada masa sidang pertama tahun 2019.

ʺRaperda inisiatif dari Komisi A ini akan dijadikan percontohan untuk seluruh DPRD di Indonesia. Kemendagri akan merekomendasikan seluruh DPRD untuk studi banding ke Banyumas,ʺ katanya, Senin (17/12/2018).

Raperda tersebut terdiri dari 16 bab dan 32 pasal. Di dalamnya mengatur antara lain, kerja sama antardaerah, antardaerah di luar provinsi, sampai di luar Jawa dan luar negeri. Kerja sama juga bisa dilakukan dengan perorangan, CV dan PT. Filosofi dari kerja sama adalah saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

 

Sardi mencontohkan, kerja sama dengan Perguruan Tinggi (PT) setempat, yaitu Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Selama ini, masyarakat Banyumas hanya sebagai penonton saja. Warga Banyumas yang miskin dan nilainya pas-pasan tidak bisa masuk ke Unsoed. Dengan adanya Raperda Kerja Sama, maka Pemkab Banyumas bisa membuat kerja sama dengan Unsoed.

ʺKalau warga miskin dan pintar sudah ada kuotanya tersendiri, tetapi bagi yang nilainya pas-pasan selama ini tersingkir. Mereka hanya bisa melihat dan tidak bisa menjadi bagian dari Unsoed. Seleksi penerimaan mahasiswa kan ada yang program pusat, tetapi ada yang dilakukan secara lokal dan kerja sama ini bisa mengisi kuota yang lokal,ʺ terangnya.

Kerja sama bentuk lainnya dengan PT, yaitu dalam bidang hasil kajian atau penelitian. Unsoed memiliki banyak hasil penelitian di bidang pertanian yang bagus-bagus, tetapi selama ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh wilayah di luar Banyumas.

ʺJadi ,kerja samanya tidak hanya sebatas menerima mahasiswa KKN saja, sebagaimana yang selama ini terjadi. Tetapi bisa lebih spesifik lagi, mulai dari kuota mahasiswa, pemanfaatan hasil penelitian dan lain-lain,ʺ kata Sardi.

Contoh lainnya adalah kerja sama dengan Perhutani. Di Kabupaten Banyumas, banyak terdapat lahan milik Perhutani, masyarakat Banyumas diharapkan juga bisa memanfaatkan lahan yang tidak terpakai.

Selama ini, hal tersebut sudah berlangsung, tetapi posisi masyarakat sekitar hutan Perhutani masih lemah, karena tidak ada payung hukumnya. Kerja sama lainnya, bisa dalam bentuk pelebaran jalan di kawasan hutan Perhutani.

ʺIntinya, Raperda ini membuka kran kerja sama dengan seluruh pihak, dengan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Batu Raden, dengan Depag, Polres dan lain-lain, yang semua itu muaranya mensejahterakan masyarakat Banyumas,ʺ jelas Sardi.

Lihat juga...