Ratusan Guru di Wondama Belum Bersertifikat

Ilustrasi - Dok. CDN

WASIOR – Ratusan guru di wilayah Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, belum mengantongi sertifikat. Mereka masih terkendala sejumlah persyaratan.

Wakil Bupati Teluk Wondama, Paulus Y Indubri, mengatakan, pemerintah daerah melaksanakan pelatihan, sebagai solusi terhadap persoalan tersebut. Kegiatan itu dilaksanakan bersama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua Barat.

Indubri mengemukakan, dari 322 guru di daerah tersebut, hingga November 2018 tercatat baru 67 guru yang telah bersertifikat. “Masih sebanyak 255 atau 70 persen lebih, guru di Teluk Wondama belum bersertifikat. Ini tantangan bagi kami,” kata Indubri, Minggu (9/12/20218).

Kendala sertifikasi guru adalah, ketatnya persyaratan yang harus dipenuhi. Program sertifikasi guru hanya bisa diikuti oleh mereka yang memiliki ijazah minimal sarjana. “Lalu harus lulus uji kompetensi, serta kuota sertifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terbatas,” tambahnya.

Wakil Bupati berharap, Kemendikbud memberi kemudahan dalam proses sertifikasi guru di wilayah Papua, terutama Teluk Wondama. “Kami ingin pendidikan maju, tapi sejumlah tantangan masih didepan mata. Kelonggaran yang diberikan kementerian akan sangat membantu,” tandasnya

Sebelumnya, anggota DPRD setempat menyoroti, masih banyaknya guru di Wondama yang belum mengantongi sertifikat mengajar. Dewan mempertanyakan peran Dinas Pendidikan dalam upaya memperjuangan para guru agar bisa mengikuti sertifikasi. Dikhawatirkan, para guru tersebut akan kehilangan haknya sebagai pengajar, jika tidak segera mengantongi sertifikat pengajar. (Ant)

Lihat juga...