Rayap Hantarkan Hery Pratiknyo Raih Gelar Doktor

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Dosen Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Drs Hery Pratiknyo MSi. Foto: Hermiana E Effendi

PURWOKERTO — Disertasi tentang rayap, menghantarkan dosen Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Drs Hery Pratiknyo MSi meraih gelar doktor. Hery mengangkat peran penting binatang berukuran sangat kecil itu dalam ekosistem hutan produksi terbatas.

Disertasi ini sekaligus mematahkan anggapan masyarakat yang selama ini memandang rayap hanya sebatas perusak bahan bangunan dan perabot rumah tangga.

Hery mengangkat judul Komposisi rayap (O:Isoptera), kelimpahan dan faktor yang mempengaruhinya di Hutan Produksi Terbatas, Gunung Slamet, Provinsi Jawa Tengah.

Dijelaskan, peranan secara kimiawi melalui fiksasi Carbon dan nitrifikasi Nitrogen yang sangat diperlukan dalam daur ulang hara bagi kesuburan tanah. Begitu juga peranan secara biofisika melalui pembuatan drainase, baik secara vertikal maupun horizontal pada saat rayap mengangkut makanan dalam tanah yang menggemburkan tanah dan penghancuran materi komplek menjadi sederhana.

ʺAktivitas rayap dalam mengangkut makanan, membuat tanah menjadi subur,ʺ terangnya.

Dalam disertasi  juga dijelaskan, sejak mengalami konversi dari hutan primer menjadi hutan produksi terbatas (berisi Tanaman Damar dan Pinus) di 1917 dan 1937, hutan Gunung Slamet dihuni setidaknya 11 spesies. Meliputi Schedorhinotermes javanicus; Odontotermes javanicus; Macrotermes javanicus; Microtermes insperatus; Pericapritermes dolicocephalus; P. javanicus; Capritermes semarangi; Procapritermes stiger; Nasutitermes matangensis; N. matangensifomis, Bulbitermes constrictoides. Kesemuanya merupakan rayap pemakan kayu tingkat rendah dan tinggi, pemakan serasah dan tanah.

Akibat perbedaan faktor sub iklim dan faktor lokal di antara lereng Selatan, Timur, Utara dan Barat menjadikan jumlah spesies juga berbeda. Di lereng utara menempati jumlah tertinggi disusul berturut turut lereng barat, timur dan selatan.

“Lereng selatan dan barat didominasi jenis Schedorhinotermes javanicus pemakan kayu tingkat rendah. Lereng timur jenis Capritermes semarangi pemakan humus. Lereng utara jenis Odontotermes javanicus pemakan kayu tingkat tinggi,” sebutnya.

Secara keseluruhan, rerata rayap pemakan kayu lebih dominan (58%), pemakan serasah dan tanah berturut turut 24% dan 17%.

Pada bagian akhir disertasinya, Hery menyimpulkan, dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, komunitas rayap di Hutan Produksi terbatas Gunung Slamet, beradaptasi plastisitas sampai tingkat spesies dengan mengadakan pemisahan ruang/lereng, secara global.

ʺSecara keseluruhan, keanekaragaman rayap di kawasan Gunung Slamet masuk dalam ketegori rendah,ʺ tuturnya.

Sementara itu, bertambahnya satu doktor baru yang tinggal menunggu waktu wisuda, maka Fakultas Biologi Unsoed total memiliki 36 doktor.

Lihat juga...