Ribuan KTP Elektronik tak Terpakai di Banyumas, Dimusnahkan

Editor: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banyumas, baru-baru ini memusnahkan sekitar seribu e-KTP yang sudah tidak terpakai. Saat ini, masih tersisa ribuan lagi e-KTP yang belum dimusnahkan. Pemusnahan dilakukan dengan cara digunting, kemudian dibakar.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyumas, Kartiman, Senin (17/12) menjamin, e-KTP yang sudah tidak terpakai di Banyumas aman, dan tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan apa pun. Bahkan, dinas menyimpan rapi e-KTP tersebut.

ʺUntuk Banyumas, saya jamin aman. E-KTP yang sudah tidak terpakai akan kita musnahkan secara bertahap. Kemarin kita baru memusnahkan ribuan e-KTP. Tetapi pemusnahan masih internal di kantor Disdukcapil dan hanya disaksikan para pegawai saja. Pemusnahan berikutnya, kita akan undang pihak luar seperti polisi atau Satpol PP. Untuk menyaksikan pemusnahan e-KTP,ʺ terangnya.

Terkait jumlah e-KTP yang sudah tidak terpakai, Kartiman mengatakan, pihaknya masih melakukan pendataan dan penghitungan, sebab setiap saat bisa ada penambahan. Namun, yang pasti jumlahnya ada ribuan.

E-KTP yang sudah tidak terpakai tersebut, antara lain karena ganti status, ada yang bercerai, ada yang menikah, serta ada yang pindah alamat.

Perekaman

Sementara itu, menjelang pemilu serentak 2019, ternyata tidak ada peningkatan yang signifikan untuk perekaman data e-KTP.

Menurut Kartiman, hal tersebut karena Disdukcapil sudah sejak lama jemput bola melakukan perekaman e-KTP ke sekolah-sekolah. Dalam satu hari, rata-rata perekaman e-KTP sekitar seratus orang, sama seperti hari-hari biasa.

Salah satu warga sedang melakukan perekaman data e KTP di kantor Disdukcapil Kabupaten Banyumas. Foto: Hermiana E. Effendi

ʺKita sudah sering melakukan perekaman data e-KTP dengan jemput bola ke sekolah-sekolah. Diharapkan dengan langkah ini, para siswa yang masih usia 17 tahun sudah memiliki e-KTP. Sehingga dalam bulan-bulan ini tidak ada peningkatan yang signifikan untuk perekaman data e-KTP,ʺ jelas Kartiman.

Disdukcapil sendiri tidak ada target angka untuk perekaman e-KTP hingga akhir tahun ini. Hanya saja, diupayakan untuk anak-anak yang masuk usia 17 tahun, diharapkan sudah memiliki e-KTP atau sudah melakukan perekaman data, sehingga bisa menyalurkan hak pilih dalam pemilu mendatang.

Lihat juga...