Ribuan Pengungsi Dievakuasi dari Pulau Sebesi dan Sebuku

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sebanyak 2.000 warga di sejumlah Kampung di Pulau Sebesi dan Sebuku, secara bertahap dievakuasi dari pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau (GAK). Sejumlah kapal yang sudah dikerahkan sejak Selasa (24/12), di antaranya KN Jembio P-215 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), telah mengevakuasi 116 pengungsi asal Pulau Sebesi.

Selain itu, sejumlah kapal juga dikerahkan untuk mengevakuasi korban tsunami, di antaranya Kapal Sabuk Nusantara 66, Kapal Sabuk Nusantara 46 dan Kapal Perintis Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut (Ditlala) dan Kapal Trisula 111 Dit KPLP, Kapal Jatra III.

Kapal Jatra III milik PT. ASDP Indonesia Ferry, yang berangkat dari Dermaga 5 Pelabuhan Bakauheni, akhirnya bisa membawa pengungsi dari pulau tersebut.

Personel Basarnas mengevakuasi salah satu pengungsi sakit ke mobil ambulans -Foto: Henk Widi

Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menyebut, KMP Jatra III telah mengevakuasi sekitar 800 pengungsi melalui pelabuhan Canti.

Pemerintah daerah Lamsel telah menyiapkan posko pengungsian di stadion olah raga mini Kalianda. Proses evakuasi itu melibatkan personel TNI, Polri, Basarnas serta sejumlah unsur untuk penanganan masa tanggap darurat.

“Hari ini kita lakukan evakuasi luar biasa, karena warga pulau Sebesi sudah kita ungsikan ke lokasi yang aman. Semua kebutuhan logistik, kesehatan akan ditanggung oleh pemerintah, termasuk kesiapan dapur umum sudah disediakan di posko utama,” terang Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto di Dermaga 5 pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Rabu (26/12/2018)

Nanang Ermanto juga menyebut, semua unsur dari pemerintah siap siaga untuk penanganan pengungsi yang ada di sejumlah posko. Ia juga memastikan, setelah ditinggalkan oleh pengungsi, ia menjamin keamanan di pulau Sebesi terkait sejumlah harta benda yang ditinggalkan oleh warga yang tersisa.

Ia juga memastikan, akan ada personel yang melakukan penjagaan. Selain itu, warga yang masih bertahan di pulau Sebesi dan pulau Sebuku sudah diimbau untuk mengungsi. Namun, jika ada warga yang ingin tetap bertahan di pulau tersebut, pihaknya tidak memaksa.

“Kita akan koordinasikan dengan unsur terkait, dan untuk kebutuhan akan didistribusikan agar tidak mengalami kendala pasokan bantuan,” beber Nanang Ermanto.

Ia juga mengimbau kepada pengguna media sosial untuk bersikap bijak dan menahan diri dalam menyebarkan informasi terkait bencana. Media sosial harus digunakan secara baik, agar masyarakat tidak khawatir terkait kondisi yang ada di pesisir Lampung Selatan.

Imbauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) disebutnya menjadi peringatan, agar masyarakat waspada, terutama di wilayah pesisir pantai.

Nanang Ermanto mengimbau, agar media sosial, facebook, berbagai elemen tidak membuat kegaduhan dalam kondisi kegentingan.

Nanang Ermanto berterima kasih kepada semua pihak, di antaranya ASDP Indonesia Ferry, KPLP, KSOP, TNI, Polri, Basarnas dan semua relawan yang cepat tanggap, dalam membantu penanganan bencana di Lampung Selatan.

Ia menyebut, kondisi bencana di Lamsel menjadi perhatian nasional serta beberapa kabupaten di Lampung sudah ikut membantu.

Plt. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto (kiri) dan General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Hasan Lessy (kanan) -Foto: Henk Wiid

“Saya ucapkan terima kasih, semua pihak telah ikut membantu meringankan beban sekaligus mengirimkan relawan dalam penanganan bencana tsunami Lamsel,” terang Nanang Ermanto.

Dikonfirmasi saat dalam penjemputan pengungsi dari Pulau Sebesi, Hasan Lessy, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry, mengatakan, menyiapkan KMP Jatra III yang sandar di dermaga 5 pelabuhan Bakauheni.

Jenis kapal roll on roll off (Roro) tersebut tidak mengalami kesulitan saat sandar di dermaga pelabuhan Canti. Kapal tersebut bisa mengevakuasi sekitar 1.000 orang, meski sebagian harus dievakuasi dengan KN Jembio P.215 milik KPLP, yang sandar di dermaga PT Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).

“Misi kemanusiaan untuk mengevakuasi pengungsi kita siapkan kapal Jatra III, dan kami akan siap sedia untuk menyediakan kapal lain dalam proses evakuasi dari pulau Sebesi dan Sebuku,” terang Hasan Lessy.

Setelah diungsikan ke pulau Sumatra dengan KMP Jatra III, sebagian warga pulau Sebesi diangkut menuju ke stadion tenis Indoor atau GOR Kalianda. Sejumlah warga tersebut merupakan warga yang memilih mengungsi ke lokasi yang aman, menghindari terjadinya tsunami susulan akibat aktivitas GAK.

Sejumlah pengungsi yang sudah menghubungi saudaranya sebagian memilih dijemput untuk mengungsi di rumah kerabat.

Pantauan Cendana News, selain pengungsi orang dewasa, turut diungsikan sejumlah anak dan warga lanjut usia dan yang sakit. Sejumlah kendaraan ambulans mengevakuasi pengungsi yang sakit dan harus ditandu oleh personel Basarnas, untuk dibawa ke Rumah Sakit dr. Bob Bazaar Kalianda.

Setelah proses evakuasi dengan KMP Jatra III, diinformasikan masih ada sekitar 300 pengungsi yang diungsikan dengan Kapal Sabuk Nusantara dan Trisula.

Sejumlah pengungsi, di antaranya hingga hari keempat passatsunami, dievakuasi dengan kapal kayu menuju ke dermaga Canti Rajabasa.

Lihat juga...