RS TC Hillers Maumere Miliki Unit Hiperbarik

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Rumah Sakit TC Hillers Maumere, akhirnya memiliki mesin terapi oksigen hiperbarik, setelah melalui perjuangan panjang sejak 2016. Terapi hiperbarik digunakan untuk pengobatan penyumbatan gas dan udara pada pembuluh darah. Juga penyakit dekompresi akibat penyumbatan sistem syaraf akibat aktivitas penyelaman dan lainnya.

“Pada  2017, diusulkan kembali melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan disetujui melalui menu prabangunan dan rehabilitasi. Sarana Rumah Sakit Rujukan Nasional, Provinsi dan Regional yang belum memenuhi standar kelas serta rumah sakit daerah prioritas pariwisata,” kata dr. Clara Y. Francis, Direktru RSUD TC Hillers Maumere, Kamis (13/12/2018).

Menurut Clara, pengadaan alat dan pembangunan gedung hiperbarik di RS TC Hillers Maumere, didampingi pula oleh Tim Pengawalan dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Y. Francis. -Foto: Ebed de Rosary

“Saat ini, kabupaten Sikka banyak sekali wisatawan asing yang melakukan penyelaman di laut. Terapi hiperbarik digunakan untuk pengobatan penyumbatan gas dan udara pada pembuluh darah. Juga penyakit dekompresi akibat penyumbatan sistem syaraf akibat aktivitas penyelaman,” terangnya.

Terapi hiperbarik, kata Clara, juga digunakan untuk beberapa pengobatan kllinis, seperti keracunan karbon monoksida (CO), cidera remuk, keracunan gas sianida, menyembuhkan luka seperti luka diabetes, mengobati anemia, infeksi jaringan lunak, luka bakar, terapi kebugaran dan kecantikan.

“Untuk pengoperasiannya, tim kami yang terdiri dari seorang dokter spesialis syaraf, dua orang perawat dan dua orang teknisi yang telah dilatih oleh Prof. Guritno. Dengan begitu, kami sudah memiliki tenaga terlatih untuk mengoperasikannya,” terangnya.

Selain itu, tambah Clara, hiperbarik chamber ini merupakan produk lokal buatan Indonesia, sehingga mudah dalam pengoperasian dan pemeliharaannya. Pihak rumah sakit juga sudah meminta jaminan suku cadang selama 10 tahun.

Prof. Dr. Mohammad Guritno Suryokusumo, pakar hiperbarik asal Universitas Indonesia, menjelaskan, hiperbarik adalah salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan cara memberikan oksigen murni di dalam ruangan khusus bertekanan udara tinggi, untuk dihirup pasien.

Terapi oksigen hiperbarik dilakukan di ruangan khusus yang dapat meningkatkan tekanan udara hingga tiga kali tekanan atmosfer normal. Ini menyebabkan paru-paru pasien menyerap oksigen lebih banyak dari biasanya, sehingga dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit.

“Terapi oksigen hiperbarik membantu tubuh untuk memperbaiki jaringan yang rusak, dengan meningkatkan aliran oksigen ke jaringan tubuh. Terapi ini akan menyebabkan darah menyerap oksigen lebih,” terangnya.

Dengan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi dari normal, tubuh akan terpicu untuk memperbaiki jaringan yang rusak lebih cepat dari biasanya. Jumlah terapi tergantung dari kondisi penyakit yang dialami oleh pasien dan akan dikontrol dokter.

“Sebelum menjalani terapi, pasien akan diperiksa terlebih dahulu kondisi kesehatannya oleh dokter. Memang, usai terapi, pasien akan lapar, lelah dan letih, namun hanya beberapa saat dan akan kembali normal,” pungkasnya.

Lihat juga...