RSJ Bali Disiapkan Jadi RS Pendidikan

Editor: Koko Triarko

159

BANGLI – Sekretaris Daerah, Dewa Made Indra, menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya menjadikan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali sebagai Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi.

Karena itu, pihaknya memerintahkan kepada dinas kesehatan setempat untuk tetap mendukung upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan jiwa di provinsi Bali. Untuk itu, Pemprov Bali siap mendukung segala keperluan sarana dan prasarana sesuai dengan standar yang berlaku.

Made Indra juga mengatakan, RSJ milik Pemprov Bali ini merupakan RS rujukan satu-satunya di Bali dalam hal gangguan jiwa, sehingga sudah sepatutnya menjadi sebuah RS Pendidikan.

Sekretaris Daerah Pemprov Bali, Dewa Made Indra -Foto: Sultan Anshori

“Melalui visi rumah sakit yang ingin menjadikan rumah sakit jiwa sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan jiwa paripurna, maka melalui dukungan  Pemprov Bali, diharapkan rumah sakit Jiwa ini nantinya ditetapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi, bisa menjadi pilihan utama masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan jiwa,” ucap Made Indra, di ssela acara Visitasi Rumah Sakit Pendidikan Afiliasi di UPTD Rumah Sakit Jiwa Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Bangli, Jumat (7/11/2018) sore.

Untuk menjadikan RSJ Pemprov Bali sebagai RS bertaraf internasional, maka harus disiapkan SDM serta sarana dan prasarana yang memadai, sesuai dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).

“Untuk itu, kami akan memaksimalkan dukungan baik dari pemerintah Pusat  maupun daerah. Termasuk dalam penyiapan sarananya,” kata mantan Kepala BPBD Provinsi Bali ini.

Sementara itu, Ketua Tim Visitasi, Dr. Ester Marini Lubis, MKM., dari Kementrian Kesehatan, sangat mengapresiasi pencapaian RSJ Pemprov Bali belakangan ini.

Menurutnya, untuk menjadi sebuah RS Pendidikan Afiliasi, RSJ Pemprov Bali harus benar-benar siap memenuhi standar yang diatur dalam peraturan, serta harus mampu menaungi semua peserta didik dari berbagai institusi.

Ia menambahkan, sesuai UU No. 44/2009, tentang Rumah Sakit, dijelaskan setelah ditetapkan RSJ Pemprov Bali sebagai RS Pendidikan Afiliasi, maka harus siap menjamin pelayanan pendidikan dan penelitian yang bermutu, menjamin pelayanan kesehatan untuk pasien, serta memberikan perlindungan dan kepastian hukum.

“Kami juga berharap, agar Rumah Sakit Pendidikan Utama di Bali bisa terus berkoordinasi dan memonitor Rumah Sakit jejaringnya, sehingga kualitas pelayanan bisa sama,” kata Ester.

Direktur RSJ Pemprov Bali, Dr. I Dewa Gede Basudewa, menekankan, bahwa masalah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) di Bali masih terbilang tinggi, sehingga pihaknya akan memfokuskan penyelesaian masalah tersebut.

“Untuk itu saya jelaskan, bahwa SDM serta sarana prasarana yang tersedia di Rumah Sakit sudah memadai untuk menjadikan RS Pendidikan, serta berupaya mengurangi masalah ODGJ di Bali,” katanya.

Ia menambahkan, pihaknya pun telah menyiapkan keperluan untuk menjadikan RSJ sebagai RS Pendidikan dari jauh-jauh hari. Sehingga, ia berharap pihak Kemenkes bisa mempertimbangkannya.

Baca Juga
Lihat juga...