Rumah Rusak Terdampak Tsunami Akan Dibangun

Ilustrasi rumah rusak -Dok: CDN

KALIANDA – Gubernur Lampung, M Ridho Ficardo, menyatakan, Dirinya telah berkordinasi dengan Menteri PU PR dan Bupati Lampung Selatan, untuk melakukan perbaikan dan pembangunan rumah, korban tsunami, Sabtu (22/12/2018) malam.

“Hari ini begitu banyak masyarakat kita yang terkena musibah, yang rumahnya itu rata dengan tanah. Mereka sedih, menangis, karena harta bendanya sudah hilang semua, rumahnya rata dengan tanah. Untuk itu sesegera mungkin kita akan lakukan rehabilitasi area pemukiman, karena nggak mungkin kita menampung mereka semua dipenampungan maupun di rumah sakit hingga terlalu lama,” ujar Ridho usai meninjau langsung lokasi terdampak Tsunami Selat Sunda, Selasa (25/12/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Ridho mendampingi rombongan Menteri Kabinet Kerja, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Koordinator PMK Puan Maharani. Ridho menyebut, bersama Bupati Lampung Selatan sudah memberikan gambaran lokasi alternatif, area pemukiman. Lokasi baru tersebut, diyakini aman, namun tidak jauh dari lokasi mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan.

Sementara itu untuk lokasi lain seperti Pulau Sebuku, Sebesi dan pulau-pulau lainnya, Pemprov Lampung telah mendistribusi bantuan. Hal itu dilakukan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Polair. Bantuan yang disalurkan berupa makanan dan minuman, obat-obatan, selimut dan logistik lainnya yang diperlukan masyarakat setempat.

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek, menyatakan, stok obat korban tsunami di Lampung Selatan, mencukupi. “Obat-obatan cukup, tadi saya sudah lihat, kalau pun kurang, Dinas Kesehatan selalu menyiapkan,” kata Nila.

Kalaupun kurang pemerintah pusat disebutnya, punya buffer stock. Sehingga masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan persoalan obat. Menkes meminta, korban yang tinggal di tempat pengungsian untuk tetap menjaga perilaku hidup sehat. Tinggal di pengungsian, rentan terkena sakit saluran pernapasan (ISPA). “Kalau tidur di daerah pengungsian, di udara terbuka, kena hujan, penyakit ISPA tidak bisa dihindarkan,” ujar Menkes.

Dia berharap, korban tidak depresi atas musibah yang dialami, dan menyarankan korban menyibukkan diri, misalnya dengan mengobrol satu sama lain. (Ant)

Lihat juga...