Rusak Parah, Dinas PKO Sikka Bangun Kelas SKB

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka,  membangun 7 ruang kelas yang rusak parah di sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kelurahan Madawat, Kota Maumere. Berjarak sekitar 100 meter sebelah timur kantor Dinas PKO Sikka.

“Kami bersyukur akhirnya 7 ruang kelas bisa direhab. Perbaikan ini sangat penting mengingat saat ini musim hujan telah tiba,” sebut Kortensia Dou, kepala sekolah SKB, Kamis (13/12/2018) siang.

Selain perbaikan tiga ruang kelas, tambah Kortensia, juga dilakukan pembangunan 3 ruang kelas baru dan 3 kamar mandi serta WC yang juga kondisinya memprihatinkan.

“3 ruang kelas tersebut memang harus dibangun lagi, karena kondisinya tidak memungkinkan. Dibangun pula sekalian kamar mandi dan WC. Hal ini sesuai penyampaian kita,” ungkapnya.

Kepala Sekolah Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Maumere, Kortensia Dou. Foto: Ebed de Rosary

Kortensia bersyukur dengan adanya pemberitaan, pemerintah bisa segera merespon, mengingat usulan sudah disampaikan sejak beberapa tahun sebelumnya. Memang, pemerintah mengatakan, sudah ada anggaran sehingga bisa dibangun.

“Dengan adanya pembangunan ini, anak-anak tidak lagi kesulitan saat belajar. Yang terpenting murid tidak takut kalau terjadi angin kencang dan hujan. Sebab atap seng sudah terlepas dan bocor,” tuturnya.

Kompleks sekolah ini sangat luas, bisa mencapai satu hektare. Di sini juga ada PAUD, kejar paket A atau studi setara SD kelas 1 sampai kelas 4 ,paket B atau setara SMP, dan paket C atau setingkat SMA.

“Dulu ini sanggar kegiatan belajar saja. Tetapi sekarang juga sudah menyerupai sekolah umum. Mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar sama dengan sekolah umum lain,” terangnya.

Sejak tahun 2017, sekolah ini berubah status menjadi Satuan Pendidikan Non Formal dan menjalankan kegiatan belajar mengajar Paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA.

“Jumlah murid untuk tahun 2018 sudah mulai berkurang. Sebab sudah banyak berdiri sekolah swasta. Jumlah murid di sini, PAUD 43 orang, paket A atau SD sebanyak 80 orang, Paket B atau SMP berjumlah 60 murid, dan Paket C atau SMA berjumlah 44 siswa,” bebernya.

Yos Witin, salah seorang pegawai Dinas PKO Kabupaten Sikka yang selalu menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengatakan, memang ruang kelas sekolah tersebut menjadi prioritas karena kerusakannya cukup parah.

“Pembangunannya menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan sebesar Rp560 juta untuk 7 ruang kelas. Sementara untuk rehabilitasi 3 ruang kelas dan pembangunan MCK serta kamar mandi dialokasikan dana sebesar Rp45 juta,” terangnya.

Pembangunan ini, jelas Yos, akan selesai 18 Januari 2019 karena dikerjakan sejak bulan Agustus 2018 dengan masa waktu pembangunan 150 hari kalender. Pihaknya berharap, pembangunan bisa selesai tepat waktu.

Disaksikan Cendana News, pekerjaan pengatapan dan pembangunan tembok serta pengecatan sudah selesai dikerjakan. Baik untuk 7 ruang kelas baru maupun 3 ruang kelas rehab. Termasuk kamar mandi dan WC.

Para pekerja yang ditemui di lokasi sedang merapikan beberapa pekerjaan finishing serta memperbaiki beberapa pekerjaan lain.

Lihat juga...