Sakura, Program Sosial Posdaya Hidayah

Editor: Mahadeva WS

Ketua Posdaya Hidayah Ningsih/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) Hidayah, yang berada di Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat, menutup 2018 dengan menjalankan program untuk mensejahterakan masyarakat. 

Program yang dijalankan diberi nama Sakura, atau Sawahan Timur Kampung Ramah Anak. Program tersebut, bertujuan untuk membantu masyarakat dari sisi sosial. Akan ada banyak sisi sosial yang disentuh dengan program tersebut. Seperti pembinaan terhadap keluarga, yang melibatkan orangtua dan anak. Pembinaan terhadap remaja. Serta pembinaan ibu cerdas. Kegiatannya dilakukan dengan melibatkan mahasiswa dari Universitas Andalas Padang.

“Binaan yang diberikan Posdaya Hidayah tidak hanya berjalan sendiri. Tapi turut bersama mahasiswa Universitas Andalas Padang, yang melakukan praktik lapangan di Kelurahan Sawahan Timur. Tentunya kita sambut baik adanya program itu,” ujar Ketua Posdaya Hidayah, Ningsih, Minggu (16/12/2018).

Pembinaan terhadap orangtua dan anak, dalam satu keluarga, dalam bentuk memberi pemahaman tentang membuat keluarga yang harmonis. Keluarga yang harmonis, akan berdampak kepada anak-anak. “Biasanya kalau keluarganya itu tidak harmonis, anak-anaknya jadi nakal dan tidak terkontrol dengan baik. Nah, dalam program Sakura ini, kita membina mereka cara hidup harmonis antara orangtua dan anaknya,” ujarnya.

Pembinaan dilakukan dengan memberi pemahaman kepada kedua orangtua, supaya bisa saling terbuka dalam menjalankan rumah tangga. Selanjutnya memberi solusi, dalam permasalahan ekonomi, termasuk memberikan pinjaman modal usaha ke Posdaya Hidayah melalui Tabur Puja.  Selanjutnya untuk pembinaan remaja, lebih banyak menyampaikan sosialisasi tentang kehidupan remaja, yang memiliki ancaman besar. Seperti pengaruh narkoba dan LGBT.

“Remaja perlu memiliki pengetahuan tentang bahaya narkoba dan juga LGBT. Karena masa-masa remaja adalah masa yang rentan mendapatkan pengaruh yang negatif tersebut. Makanya kita masukan pembinaan para remaja,” sebutnya.

Nining mengatakan, mengenai pembangunan kelompok ibu cerdas di program Sakura, lebih menekan kepada cara mendidik, atau mengasuh anak yang lebih baik. Terutama untuk ibu yang memiliki anak usia balita hingga remaja. “Persoalannya, cukup banyak ibu yang mendidik anaknya dengan cara yang seakan terlihat kurang lembut. Hal tersebut, terlihat kepada sikap orangtua yang tega memukul balita-nya hanya karena balita itu lagi bandel atau pun memasuki masa-masa yang lagi ingin mencari rasa keinginan tahuannya,” tandasnya.

Untuk program Sakura, baru berjalan lima bulan. Kegiatan pembinaan dilakukan satu kali dalam satu bulan. Artinya setiap bulan akan ada pertemuan Sakura. “Di KSU Derami Padang, mendapatkan dukungan. Karena program Sakura bagian dari upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Saya berharap betul, program Sakura dapat berkembang ke kelurahan lainnya di Padang,” pungkasnya.

Lihat juga...