Sampah Masih Jadi Masalah Lingkungan di Lampung Selatan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sampah di Lampung Selatan masih menjadi sumber permasalahan lingkungan yang harus mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Ditambah dengan kondisi musim hujan berimbas kepada lahan pertanian hingga menyebabkan kerugian puluhan juta bagi petani.

Wiyoto, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Palas menyebutkan, saat tiba musim hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sungai Way Pisang meluap dan mengenangi lahan perkebunan, persawahan milik petani.

Salah satu penyebab luapan banjir disebutnya bersumber dari sampah. Kondisi tersebut diakui Wiyoto tidak bisa dipungkiri dengan bertumpuknya di sungai Way Pisang sebagian masuk ke areal persawahan milik petani.

Sampah yang terbawa arus sungai Way Pisang tersebut diakuinya memiliki beragam bentuk. Dominan berasal dari ranting, batang pohon sisa penebangan kayu, limbah pertanian batang jagung, tandan sawit serta limbah rumah tangga.

“Secara visual sejumlah sampah masih terlihat di areal persawahan kami dominan merupakan plastik artinya sengaja di buang oleh masyarakat yang tidak peduli dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan, yang sangat terimbas petani seperti kami,” terang Wiyoto saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (12/12/2018).

Ia bahkan menyayangkan masih adanya masyarakat yang menjadikan sungai sebagai lokasi pembuangan. Padahal di sejumlah lokasi plang imbauan sudah dipasang.

Sampah yang sebagian masih utuh dalam karung masuk ada yang masuk ke dalam areal persawahan dan bahkan menimbun padi sawah yang siap panen merugikan petani. Tidak tertutup kemungkinan yang lain ikut terbawa arus hingga ke laut.

Lihat juga...