hut

Sasono Langen Budoyo TMII Tampilkan Lakon ‘Durna Adu Murid’

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Seni pertunjukan bertajuk ‘Durna Adu Murid’, ditampilkan di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta, Jumat (14/12) malam. Seni pertunjukan dengan sentuhan musik gamelan Jawa ini, ditampilkan oleh paguyuban Wayang Orang Tunas Bharata Jakarta.

Lakon Durna Adu Murid, mengisahkan Pandadaran Suko Limo. Yakni, kebahagian Resi Durna menjadi guru besar wangsa Bharata, yakni Pandawa dan Kurawa. Ia pun mendidik murid-muridnya dengan sepenuh hati.

Namun, Arjunalah yang dipilih menjadi siswa yang dikasihinya. Di sisi lain, Suryaputra yang sebenarnya adalah putra Dewi Kunthi, giat berlatih untuk bisa  menjadi murid Resi Durna, supaya sederajat dengan Pandawa dan Kurawa.

Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Program Bidang Budaya TMII, Trimawarsanti. -Foto: Sri Sugiarti

Dewi Kunthi, ibu dari para Pandawa dan  Kurawa, dengan tekun dan sabar mendidik putranya hingga kepandaian dan kesaktiannya dapat mengalahkan para Kurawa dalam Pandadaran Suko Limo.

Akankah Suryaputra mencapai cita-citanya menjadi murid Resi Durna? Dan, akankah di Pandadaran Suko Limo, terkuak siapa sebenarnya Suryaputra?

Pertunjukkan seni budaya tradisi Jawa dengan alunan musik gamelan berpadu nyanyian serta kegagahan para penari ini, mampu membius penonton.

Ardina Trisna, salah satunya, mengaku baru kali ini menonton wayang orang. “Saya merasa terhibur, bagus dan unik, takjub saya melihatnya,” ujarnya, kepada Cendana News, di sela pertunjukan.

Kepala Bagian Produksi dan Kreatif Program Bidang Budaya TMII,  Trimawarsanti, mengatakan, Wayang Orang Tunas Bharata ini sebagai perwujudan pelestarian seni budaya tradisi. TMII sesuai dengan misinya, berkomitmen melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa.

“TMII memberikan ruang kreatif kepada komunitas atau paguyuban Wayang Orang Tunas Bharata Jakarta, untuk tampil dalam gelaran seni budaya tradisi,” ujar Santi, kepada Cendana News.

Santi sangat bangga, karena pentas Wayang Orang Tunas Bharata ini menampilkan penari anak-anak dan remaja. Menurutnya, mereka sebagai  generasi muda telah turut serta melestarikan budaya bangsa, khususnya Jawa.

Ia pun berharap, ke depan program pertunjukkan seni budaya tradisi ini terus berlanjut pada 2019.

“Tentu karya maestro dari paguyuban dan komunitas Wayang Orang maupun kesenian lainnya di Jakarta dan daerah, ikut berperan aktif dalam mendukung program seni budaya pertunjukkan seni budaya tradisi ini,” ungkapnya.

Ketua Panitia Wayang Orang Remaja Tunas Bharata Jakarta, Arissya Wurani, mengatakan, pementasan Wayang Orang Tunas Bharata merupakan generasi ketujuh  dan kedelapan dari senior Tunas Bharata.

“Seni budaya tradisi Wayang Orang Tunas Bharata adalah warisan leluhur Indonesia yang harus dilestarikan. Kami juga bangga bisa tampil di TMII pada pertunjukkan seni budaya tradisi ini,” ujar Arissya.

Dalam pelestarian seni budaya tradisi ini, ia berharap banyak generasi muda turut serta mencintai budaya warisan leluhur Indonesia.

Lihat juga...