Sastrawan NH Dini Tutup Usia Akibat Kecelakaan di Jalan Tol

192

SEMARANG — Novelis NH Dini yang tutup usia akibat kecelakaan di Jalan Tol dalam Kota Semarang pada Selasa siang rencananya akan dikremasi di Krematorium Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Rencana kremasi yang akan dilaksanakan pada Rabu (5/12/2018) itu diungkap keponakan almarhum, Paulus Dadik.

Jenazah sastrawan yang memiliki nama lengkap Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin tersebut itu sebelumnya disemayamkan di Rumah Duka Wisma Lansia Harapan Asri Banyumanik, Kota Semarang.

Menurut Dadik, almarhum merupakan sosok yang tidak mau merepotkan orang lain, termasuk keluarganya.

Bahkan, kata dia, almarhum menjual seluruh harta miliknya dan memilih hidup di panti jompo. “Beliau ingin hidup mandiri, tidak mau merepotkan keluarganya,” katanya.

Almarhum, lanjut dia, menjalani terapi tusuk jarum sekali dalam sepekan. Saat kecelakaan, almarhum diketahui baru saja pulang dari terapi tusuk jarum.

N.H Dini meninggalkan dua anak, masing-masing Marie Claire Lintang dan Pierre Louis Padang Coffin, serta empat cucu.

Sastrawan Indonesia, Goenawan Mohamad, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya sastrawan dan novelis Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin, yang lebih dikenal dengan NH Dini.

“Wafat, Nh.Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil. Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai,” kata Goenawan dalam cuitan pada akun twitternya, Jakarta, Rabu.

Ucapan belasungkawa terhadap NH Dini meninggal membanjiri laman twitter. Ucapan tersebut datang dari berbagai kalangan profesi seperti jurnalis, mahasiswa, penulis, dokter dan para penggemarnya.

Novelis NH Dini meninggal dunia setelah mobil taksi yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa siang.

Sastrawan itu sempat memperoleh perawatan di Rumah Sakit Elisabeth Semarang sebelumnya akhirnya meninggal dunia.

NH Dini yang karyanya di antaranya La Barka, Orang-orang Trans, dan Pertemuan Dua Hati, mengalami luka di bagian kepala dan tangan tangan.

Juru Bicara RS Elisabeth Semarang Probowati Tjondronegoro membenarkan kabar duka tersebut. “Meninggal sekitar pukul 16.30 WIB, jenazah masih disemayamkan di kamar jenazah rumah sakit,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...