Sawah Apung Solusi Lahan Sering Tergenang Air

Editor: Koko Triarko

BANYUMAS – Wilayah Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, sejak dulu dikenal sebagai daerah yang selalu tergenang air saat musim hujan, karena termasuk daerah cekungan.

Saat musim hujan, pun para petani tidak bisa menanam padi, karena area sawahnya tergenang air hingga ketinggian 30-50 centimeter. Namun, musim hujan tahun ini para petani bisa tersenyum, karena adanya sawah apung.

Ide sawah apung ini berasal dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum (PU) Sumpiuh, Imam Pamungkas.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum (PU) Sumpiuh, Imam Pamungkas. -Foto: Hermiana E Effendi

Ia merasa prihatin, para petani di Sumpiuh hanya bisa panen padi setahun sekali. Selebihnya pada musim tanam kedua, lahan dibiarkan dalam kondisi tergenang dan pada musim tanam tiga, yang berbarengan dengan kemarau, lahan ditanami palawija.

ʺDaerah tergenang permanen ini terjadi mulai bulan Desember hingga April, setelah itu berlanjut masuk musim kemarau. Sehingga saya berinisiatif untuk membuat sawah apung ini, supaya petani tetap bisa bercocok tanam di lahan yang tergenang,ʺ terang Imam Pamungkas, Senin (24/12/2018).

Pembuatan sawah apung dilakukan di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh. Diawali dengan membuat petakan sawah dari bambu yang disejajarkan dan melintang, kemudian diikat dengan tali.

Bagian bawah diberi gulma enceng gondok dengan ketinggian 5 centimeter. Gulma ini untuk menyaring, supaya tanah tidak larut dalam air. Setelah itu, bagian atas gulma baru diberi lapisan tanah dengan ketebalan 5 centimeter. Tanah inilah yang dipergunakan sebagai media untuk menanam padi.

Lihat juga...