Sawo Mamey, Buah Sawo Raksasa

Editor: Mahadeva

523
Pohon Sawo Mamey - Foto Ranny Supusepa

JAKARTA – Dari sekian banyak tanaman koleksi milik Taman Buah Mekarsari, Sawo mamey atau dikenal dengan nama sawo raksasa, menjadi salah satu yang paling sering mendapatkan decak kagum pengunjung. Ukurannya, yang jauh lebih besar, jika dibandingkan dengan sawo biasa, menjadikannya buah yang banyak dikagumi.

“Istimewanya sawo mamey ini, ukuran buahnya besar, dan bisa memiliki berat 10 kali lipat dibandingkan sawo biasa. Berat buahnya bisa berkisar antara satu hingga dua kilogram, bergantung pada banyak bakal buah pada satu cabang,” kata Marketing Communication Taman Buah Mekarsari, Firman Setiawan, Rabu (26/12/2018).

Cara perkembangbiakan sawo mamey, hampir sama dengan sawo biasa. Hanya saja, sawo mamey, dari masa penyerbukan hingga masa panen membutuhkan waktu antara sembilan hingga 10 bulan.  “Kita di Mekarsari memiliki 3 pohon dewasa dengan umur diatas 10 tahun. Dan ada beberapa pohon anakan yang kita dapatkan dari sistem sambung. Jadi tanaman yang berasal dari biji kita jadikan batang bawah, lalu kita sambung dengan batang pohon dewasa,” ujar Firman.

Sawo Mamey – Foto Ranny Supusepa

Secara fisik, warna buah sawo mamey tidak jauh berbeda dengan sawo biasa. Bentuknya agak lonjong, dengan panjang yang bisa mencapai 20 sentimeter saat dewasa. Sementara diameternya bisa mencapai 10 sentimeter. Di dalam buah, ada biji berwarna hitam. Daging buahnya memiliki warna yang lebih gelap, dibandingkan sawo biasa. Tampilannya seperti berair, dengan tekstur yang lebih lembut.

“Kalau sawo biasa, ada rasa masirnya saat dimakan. Kalau sawo mamey ini tidak. Dia lebih lembut, seperti bolu begitulah. Dan kalau yang tidak suka manis, biasanya makan sedikit saja sudah gak kuat makan lagi,” ujar Firman.

Tanaman yang memiliki nama latin Pouteria sapote tersebut, memiliki potensi tumbuh tinggi hingga 15 meter, dengan tajuk yang rindang dan memiliki banyak cabang. “Kalau melihat dari kondisi pohon, tanaman ini bagus dijadikan pohon peneduh, karena rindang. Tapi kalau mau dibudidayakan juga bisa, karena rasanya yang manis dan memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh,” ucap Firman.

Menurut penelitian, sawo mamey memiliki kandungan serat yang tinggi, sehingga baik untuk sistem pencernaan. Dan dinyatakan juga memiliki kandungan vitamin A dan vitamin C.

Baca Juga
Lihat juga...