Sayur Bening Cepokak dan Gambas Kuliner Kaya Manfaat

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Tinggal di wilayah pedesaan menjadi hal yang menguntungkan. Warga menjadi bisa mendapatkan bahan makanan segar dengan lebih mudah.

Rohana (42), salah satu warga yang tinggal di Dusun Kayu Tabu, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, jenis sayuran segar yang mudah diperoleh diantaranya cepokak, gambas, bayam, kangkung, sawi. Sayuran tersebut sengaja ditanam di kebun, sebagai bahan baku pembuatan sayur bening atau biasa disebut sayur asam, atau tumis serta urap.

Sayur yang ditanam di kebun milik Rohana diantaranya Cepokak, atau dikenal dengan Rimbang (Solanum Nigrum L). Tanaman tersebut, dalam bahasa asli Lampung disebut sebagai tanaman Skang. Tanaman cepokak kerap digunakan sebagai lalapan dan sayur. Kerap dimanfaatkan sebagai sayuran, tanaman cepokak memiliki manfaat sebagai obat jantung, kepala pusing, kurang nafsu makan, serta mengurangi tekanan darah tinggi.

Buah Cepokak – Foto Henk Widi

Buah cepokak mengandung sejumlah vitamin seperti A, B, dan C. Hal itu membuat buah tersebut kerap dikonsumsi, untuk menjaga kesehatan mata. Tanaman lain yang ditanam adalah, gambas atau yang sering disebut oyong (Luffa acutangula). Gambar merupakan sayuran berbentuk lonjong berwarna hijau. Kaya akan serat, oyong dipercaya bisa membantu menurunkan berat badan dan berfungsi bagi kesehatan kulit.

Cepokak dan Gambas, sering dipadukan sebagai kuliner sayur bening atau sayur asam. Sayur tersebut sering dilengkapi ikan bakar sambal pekhos. “Karena wilayah kami merupakan lahan pertanian sehingga mudah memperoleh sayuran segar selain itu lokasi yang dekat dengan pantai membuat ikan segar mudah diperoleh sebagai sumber lauk,” terang Rohana saat ditemui Cendana News, Sabtu (15/12/2018).

Proses pembuatan sayur bening Cepokak atau Skang serta Gambas atau Kiput, cukup mudah. Selain bahan sayur, bumbu seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit juga bisa diperoleh di kebun. Cepokak kerap dipetik bersama tangkainya. Selanjutnya buah cepokak dipisah dari tangkai, dan akan dimasak utuh dalam bentuk seperti butiran kelereng. Gambas atau oyong muda, dikupas untuk membuang lapisan kulit kasarnya.

Gambas dipotong kecil ukuran tiga sentimeter, agar mudah dalam proses perebusan dan lebih cepat matang. Khusus untuk bumbu, bahan yang disiapkan diantaranya bawang merah, kencur, garam, cabai rawit, dan penyedap rasa. Semua bumbu disiapkan dengan cara diiris dan bukan dihaluskan. Setelah bumbu siap, ditaburkan ketika sayur cepokak serta gambas mulai matang. Proses mematangkan cepokak serta gambas tidak membutuhkan waktu lama, hanya sekitar 15 menit.

“Kedua jenis sayuran tersebut cukup dimasak dalam waktu singkat untuk bisa matang, selanjutnya diberi taburan bumbu iris serta penyedap rasa secukupnya,” terang Rohana.

Sembari mematangkan sayur bening, Rohana juga membuat sambal pekhos. Menu tersebut, umumnya dibuat dari tomat, cabai rawit, bawang merah. Semua bahan diulek menjadi satu, namun tidak sampai terlalu halus. Sambal pekhos memiliki ciri khas air yang banyak. Sebagai menu pelengkap disiapkan ikan bandeng bakar. Ikan diperoleh dari nelayan tangkap di wilayah tersebut. Setelah ikan bandeng bakar matang, disajikan dalam kondisi panas bersama sambal pekhos dan sayur bening cepokak serta gambas.

Lihat juga...