SDN 006 Balikpapan Kenalkan Batik Shaho pada Murid

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BALIKPAPAN — Batik yang dibuat oleh masyakarat lokal Balikpapan, yang hadir sejak tahun 1996 dengan nama Shaho dikenalkan kepada murid Sekolah Dasar (SD) Negeri 006 kota Balikpapan.

Pengenalan dilakukan dengan langsung datang ke tempat pembuatan, sekaligus belajar dari pemiliknya.

“Hal ini menjadi pengalaman perdana buat saya, dan ternyata membuatnya tidak gampang, tapi saya senang dapat mengajak anak kami, karena bisa membuat sendiri dan belajar mencintai batik lokal,” ucap salah seorang orang tua murid, Andi Noorhasanah, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, dengan belajar membatik sendiri dari pemilik langsung memberikan pengalaman tersendiri. Karena ternyata memerlukan keahlian khusus.

“Ternyata tidak mudah. Makanya kami ajak anak-anak untuk tahu bagaimana cara membuatnya,” katanya.

Murid SD ini datang didampingi guru dan sejumlah orang tua mendapat penjelasan dari pemilik tentang proses pembuatan di awali dengan mengenal sejumlah alat canting, cetak lalu membuat pola dengan menulis atau mencetak kemudian mewarnai hingga pemanasan dan pengeringan.

Batik Shaho
upratono pemilik batik Shaho memberikan pengarahan. Foto: Ferry Cahyanti

Supratono, pemilik batik Shaho mengungkapkan, anak-anak yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias, terlebih lagi mereka diberikan kesempatan untuk mencetak dan mewarnai dengan karya sendiri.

“Anak-anak harus mampu berkarya dan belajar, karena ini adalah sebuah pelajaran yang tidak kita dapatkan di sekolah,” ujarnya pada murid dan guru yang juga diikuti oleh sejumlah orang tua murid.

Disebutkan, mahal tidaknya harga sebuah karya dilihat dari proses pembuatan hingga tingkat kesulitan penulisan.

“Mengapa batik tulis menjadi mahal karena dibutuhkan keahlian khusus untuk menulis atau menggambarnya,” pungkasnya.

Supratono berharap anak-anak bisa belajar dan mencintai buatan lokal, sekaligus dapat berkarya melalui motif-motif yang dihasilkan.

“Harapannya anak-anak dapat terus berkarya dan belajar melukis maupun menggambar batik,” harapnya.

Lihat juga...