Sejumlah Inventaris KPU Makassar Ditarik Pihak Ketiga

Ilustrasi - Pemilu 2019 [Foto: Ist/Dok CDN]

MAKASSAR — Penarikan inventaris KPU Makassar berupa komputer dan perangkatnya yang digunakan pasca Pemilihan Wali Kota Makassar dan Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan 27 Juni lalu, dinilai akan menggangu proses tahapan Pemilihan Umum pada 17 April 2019.

“Bisa saja tergangu sebab sementara ini sedang berlangsung tahapan-tahapannya. Tapi ini ranah dari internal KPU Makassar untuk segera menyelesaikannya,” ujar Komisioner Bawaslu Makassar, Zulfikarnain disela peninjauan penyimpanan logistik Pemilu 2019 di kantor KPU Makassar, Selasa (18/12/2018).

Persoalan tersebut, tambah dia, harus segera diselesaikan, mengingat tahapan Pemilu Presiden, legislatif dan DPD sementara berlangsung. Sehingga dikhawatirkan akan menggangu proses tahapan pemilu karena kelengkapan elekronik itu diperlukan sebagai pendukung.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris KPU Makassar, Sabri tidak mempersoalkan sejumlah barang elektronik KPU Makassar yang ditarik oleh pihak ketiga dalam hal ini PT Airmas Pantero Tehnologi selaku pengadaan barang dan jasa inventaris KPU setempat.

Meski barang elektronik itu telah dipakai untuk kebutuhan Pemilihan Kepala Daerah Wali Kota dan Wakil Wali Makassar serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2018, Sabri menyatakan itu hak dari mereka.

“Barang itu bukan disita, tapi diambil kembali. Silahkan saja itu haknya mereka,” ujar Sabri secara singkat dan enggan berkomentar banyak saat ditanya terkait anggaran pengadaan barang tersebut.

Lihat juga...