Sejumlah Puskesmas di Lamsel Disiagakan dalam Operasi Lilin

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sejumlah petugas kesehatan dari Puskesmas rawat inap Ketapang bersama empat lainnya di Bakauheni, Penengahan, Sragi dan Palas di Lampung Selatan disiagakan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.

Operasi Lilin
Samsul Rizal, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Puskesmas Rawat Inap Ketapang. Foto: Henk Widi

Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (KUPT) Puskesmas Ketapang, Samsul Rizal menyebutkan, pihaknya dilibatkan dalam pelayanan operasi lilin angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Petugas akan disiagakan di pos pelayanan kesehatan pelabuhan Bakauheni dan di Puskesmas sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

“Personel kesehatan disiagakan untuk ikut melayani masyarakat yang akan berlibur pada saat angkutan libur Natal, libur sekolah dan tahun baru,” ungkap Samsul Rizal Kepala UPT Puskesmas rawat inap Ketapang saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (21/12/2018).

Disebutkan, petugas kesehatan di pelabuhan Bakauheni untuk mengantisipasi kejadian penumpang terjatuh di laut. Sementara di sepanjang jalur Jalinsum untuk mengatasi kecelakaan di darat.

Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan, AKBP Muhammad Syarhan menyebut pada operasi lilin Krakatau 2018 disiagakan sebanyak 17 pos pengamanan dan pelayanan.

Di antaranya satu pos terpadu di pelabuhan Bakauheni, di Bandara Raden Inten II dan sepuluh pos pemantau dan lima pos pengamanan di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

Penyiapan pos terpadu, pos pelayanan dan pos keamanan tersebut melibatkan 350 personel. Selain polisi, sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan, TNI, Basarnas, Dinas Perhubungan, Senkom Mitra Polri, PMI, Pramuka serta unsur lain disiagakan.

Pelaksanaan operasi lilin Krakatau 2018 disebutnya akan berlangsung selama 12 hari dimulai sejak 21 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019.

AKBP Muhammad Syarhan menyebutkan, ada peningkatan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru.

Disebutkan juga, koordinasi dengan sejumlah pihak juga dilakukan untuk mengatasi adanya aksi teror, kriminalitas serta potensi konflik yang ada di masyarakat.

Salah satu perhatian antisipasi kecelakaan moda transportasi laut, darat, udara, sinergitas dengan instansi lain sangat perlu dilakukan. Sejumlah pos pelayanan, pos terpadu sekaligus pos pengamanan juga dilakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Terlebih potensi kecelakaan di Lampung Selatan diakui akan semakin tinggi akibat mulai dioperasikannya Jalan Tol Trans Sumatera selama angkutan Natal dan Tahun Baru.

Pengoperasian JTTS ruas Bakauheni Terbanggi Besar sepanjang 140 kilometer membuat Polres Lamsel membangun 10 pos pengamanan di jalan tol yang belum memiliki fasilitas lengkap.

Lihat juga...