Sejumlah SPBU di Jalinsum Pastikan Stok BBM, Aman

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG- Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) aman jelang akhir tahun. Hak demikian, salah satunya disampaikan oleh Nugroho, Manajer SPBU 24.355.85 Bakauheni.

Menurut Nugroho, SPBU yang berada satu kilometer dari pelabuhan Bakauheni tersebut, merupakan salah satu SPBU pertama di ujung Pulau Sumatra, setelah pengendara turun dari kapal, dan SPBU terakhir sebelum pengendara naik kapal.

Stok BBM  disediakan untuk jenis Pertalite, Pertamax dan Solar. Stok BBM jenis Pertalite untuk kebutuhan selama dua hari disediakan sebanyak 8 Kiloliter, Pertamax sepekan sekali disediakan 8 Kiloliter dan Solar per hari 16 Kiloliter.

Nugroho, Manajer SPBU 24.355.85 Bakauheni, Lampung Selatan -Foto: Henk Widi

“Kami hanya menyediakan tiga jenis bahan bakar berupa pertamax, pertalite dan solar, dengan kebutuhan tertinggi jenis solar, menyesuaikan tingginya permintaan untuk kendaraan jenis truk dan bus,” terang Nugroho, Jumat (21/12/2018).

Tren permintaan bahan bakar di SPBU Bakauheni, kata Nugroho, dominan oleh kendaraan ekspedisi. Kondisi tersebut membuat stok untuk bahan bakar jenis solar diperbanyak.

Sementara, bahan bakar nonsubsidi jenis pertalite, kerap diminati oleh pengendara kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, termasuk pertamax. Pengendara yang membeli bahan bakar umumnya kendaraan asal Pulau Jawa, yang akan melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Pulau Sumatra.

Antisipasi lonjakan permintaan dengan kenaikan hingga 20 persen dari kebutuhan normal, sistem pemesanan lebih dilakukan ke Depo Pertamina, Bandarlampung.

Nugroho menyebut SPBU di Bakauheni berada di wilayah PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) II Sumatra bagian Selatan. Sistem pemesanan lebih menjadi solusi, agar SPBU selalu memiliki pasokan bahan bakar bagi konsumen.

“Sebelum stok habis, order lebih yang kami minta akan segera dikirim untuk memenuhi kebutuhan pengendara sesaat setelah turun dari kapal,” terang Nugroho.

Ia juga memastikan, SPBU tersebut tidak menjual premium,  sehingga pengguna bahan bakar subsidi tersebut bisa mencari di SPBU lain, seperti di beberapa SPBU terdekat yang berada di Desa Yogaloka dan Desa Kelawi, dengan jarak berkisar 3 hingga 4 kilometer.

Seperti pada angkutan lebaran sebelumnya, ia memastikan tidak pernah kehabisan stok BBM. Jenis BBM Pertalite saat ini dijual seharga Rp8.000 per liter, Solar Rp5.150 per liter dan Pertamax Rp10.600 per liter.

Kepastian stok BBM untuk angkutan Nataru juga diakui oleh Aceng Usman, Manajer SPBU 24.355.64 atau dikenal dengan SPBU Garuda Hitam. Ia menyebut, kebutuhan kendaraan roda dua,roda empat untuk jenis BBM premium, pertalite, solar dan pertamax, tercukupi di SPBU yang berada di Jalan Lintas Sumatera KM 3 tersebut.

Stok yang disediakan untuk masing-masing BBM itu mulai dari 8 Kiloliter hingga 16 Kiloliter serta dikirim dari Depo Pertamina saat terjadi kekurangan.

Pada angkutan libur Lebaran kemarin, ia mengaku Pertamina menyediakan kantong SPBU keliling (mobile storage) di SPBU tersebut. Namun pada angkutan Nataru, ia memastikan pasokan di bunker SPBU miliknya masih bisa memenuhi kebutuhan pengendara.

SPBU Keliling yang biasa disiapkan dengan bahan bakar jenis Premium, Pertalite dan Pertamax, memiliki kapasitas 24.000 liter.

Pengoperasian Jalan Tol Trans Sumatra, disebut Aceng Usman membuat kebutuhan akan bahan bakar ikut menurun.

“Tahun sebelumnya, kebutuhan bahan bakar meningkat karena semua kendaraan melintas di Jalinsum, kini terpecah di jalan tol yang mungkin SPBU keliling disiagakan di jalan tol,” beber Aceng Usman.

Pantauan Cendana News, antrean kendaraan yang akan mengisi bahan bakar terjadi di SPBU 21.10102 Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan. Antrean didominasi kendaraan yang akan membeli bahan bakar premium.

Mengantisipasi pembelian dalam jumlah banyak, SPBU tersebut membatasi pembelian Premium untuk pengguna terakhir Rp30.000 untuk motor dan Rp150.000 untuk mobil.

Lihat juga...