Sembilan Desa Terendam, Bupati: Aceh Barat Darurat Banjir

232
Banjir, ilustrasi -Dok: CDN

BANDA ACEH — Sembilan gampong/desa di Kecamatan Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat terendam banjir akibat tingginya curah hujan yang melanda daerah setempat dalam beberapa hari terakhir.

Banjir yang terjadi pada Minggu Sore tersebut mengakibatkan sebanyak 600 kepala keluarga (KK) atau lebih dari 2.000 jiwa warga yang tersebar di sembilan gampong di Kecamatan Woyla Barat mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ada tiga gampong yang paling parah direndam banjir masing-masing Napai, Blang Luah dan Alue Leuhop,” kata Camat Woyla Barat, Fadlian Syahputra di Meulaboh, Minggu (2/12/2018).

Ia menjelaskan ketinggian air di tiga gampong tersebut mencapai dua meter sehingga masyarakat di daerah setempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman dan lebih tinggi, guna menghindari rendaman banjir.

Sementara gampong lainnya seperti Peuleukung, Cot Lagan, Blang Cot Mameh, Blang Cot Rubek, Cot Rambong, Lhok Malee, Pasi Mali juga terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 50 centimeter hingga 80 centimeter.

Ia menambahkan meski sudah merendam pemukiman warga, sebagian besar warga di kawasan setempat masih memilih bertahan di rumah masing-masing, dan belum mengungsi ke lokasi pengungsian.

“Di lokasi ini, warga masih memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga,” tambahnya.

Fadlian juga menjelaskan banjir yang melanda kawasan tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan sehingga aliran sungai di daerah setempat meluap dan mengenangi pemukiman warga.

Bupati Aceh Barat, H Ramli MS, menyatakan daerah yang dipimpinnya tersebut sudah tergolong daerah darurat banjir seiring ratusan gampong/desa di sejumlah kecamatan kerap dilanda banjir sejak September hingga Desember 2018.

“Kami sangat berharap dukungan dari Pemerintah Aceh dan juga Pusat sebab Aceh Barat saat ini sudah darurat banjir,” kata Ramli di sela-sela mengunjungi korban banjir di Woyla Barat.

Ia menjelaskan bencana banjir yang kerap melanda kawasan tersebut mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu serta berdampak terhadap harta benda termasuk ternak milik masyarakat setempat.

Ada pun kecamatan sangat rawan rendaman banjir meliputi Kecamatan Woyla Barat, Woyla Timur, Woyla, Samatiga, Kaway XVI, Meureubo dan Johan Pahlawan.

Menurut dia dampak lainnya yang ditimbulkan oleh bencana banjir adalah sebagian arus transportasi antar kecamatan lumpuh sebab ketinggian air dari 50 centimeter dan mencapai dua meter.

Ia menambahkan, dampak lainnya yang ditimbulkan oleh banjir yang terus melanda kawasan Aceh Barat sejak Oktober 2018, persediaan bantuan masa panik yang berada di gudang Dinas Sosial menipis.

Orang nomor satu di Kabupaten Aceh Barat tersebut meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera turun guna membantu pemerintah daerah, dalam menanggulangi musibah banjir yang kerap melanda kawasan itu. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...