Sempol Ayam, Kuliner Malang yang Makin Digemari

Editor: Mahadeva WS

395

DENPASAR – Indonesia kaya akan jajanan tradisional. Mulai dari kue, es dan berbagai macam aneka makanan ringan, tersebar di seluruh pelosok negeri. Salah satu jajanan yang banyak digemari adalah Sempol Ayam. Kuliner khas Kabupaten Malang tersebut, mulai memiliki banyak penggemar penikmat kuliner.

Sempol ayam khas Malang yang laris manis di Kota Denpasar Bali.-Foto: Sultan Anshori.

Rasanya yang enak, serta mengandung protein tinggi, membuat kuliner yang menyerupai sate tersebut, banyak digemari masyarakat. Meski termasuk kuliner asli Malang, Sempol Ayam, sudah familiar di Bali, khususnya di Kota Denpasar. Sempol ayam, banyak ditemui dijajakan di pinggir jalan. Salah satu penjajanya adalah, Jodhi. Dia biasa menjual Sempol di salah satu sudut jalan di Kota Denpasar. Dalam sehari Dia bisa menjual setidaknya 500 tusuk sempol. “Saya biasanya berjualan dari jam tiga sore hingga sembilan malam. Tiap hari,” ucap Jodhi data ditemui Sabtu, (8/12/2018).

Sudah hampir tiga tahun berjualan Sempol ayam di Bali. Jodhi dalam waktu akan membuka beberapa cabang di beberapa tempat di Kota Denpasar. “Saya jual per tusuk sempol ayam ini seribu rupiah mas. Ya, murah lah, ketimbang jajanan modern saat ini,” cetus bapak satu anak tersebut.

Cara membuat sempol ayam, mula-mula, daging ayam dicincang, bawang goreng, bawang putih, daun bawang, garam, kaldu bubuk, gula, tepung tapioka, lada putih dan garam. Aduk adonan hingga rata. Kemudian Basahi tangan dengan minyak, ambil sedikit adonan, bulatkan. Tusuk dengan tusukan sate. Panaskan air hingga mendidih. Masukkan sempol ke dalam rebusan air. Masak selama 5 menit.

Kemudian, siapkan telur dalam mangkuk, kocok hingga rata. Celupkan sempol ke dalam kocokan telur. Panaskan minyak, goreng sempol hingga telur matang. “Dalam sekali jual dengan 500 tusuk sate sempol saya memerlukan setidaknya 15 butir telur ayam,” jelasnya.

Sementara untuk daging ayam cincang, setiap hari dibutuhkan lima kiloan. Kendala yang dihadapi pedagang keliling seperti Jodhi adalah, ketika bahan baku daging ayam naik di pasaran. Sempol ayam bisa dijadikan cemilan, atau pengganti lauk saat makan. Rina, salah seorang pembeli, mengaku hampir setiap hari membeli Sempol ayam, untuk dijadikan tambahan lauk Pauk. “Kuliner jaman kecil ini mas,” tandas wanita yang juga kebetulan asal Kabupaten Malang tersebut.

Baca Juga
Lihat juga...