hut

Seni Instalasi Balon Karya Slamet Abidin Ingatkan Tentang Waktu

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Waktu adalah anugerah terbesar bagi manusia, yang memang harus digunakan sebaik-baiknya. Karena waktu akan terus melaju, dan tak akan surut ke belakang. Berangkat dari fenomena ini, sejumlah seniman menggelar pameran patung dan instalasi ‘Merayakan Waktu’ di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Perupa Slamet Abidin, salah seorang seniman memamerkan karya instalasinya dengan balon, yaitu ‘Peradaban Yanga Berlari’ dan ‘Berubah Karena Waktu’. Sebuah karya yang memang untuk mengingatkan kita akan waktu.

“Berangkat dari tema pameran ‘Merayakan waktu’ yang biasanya identik ulang tahun, di mana setiap perayaan ulang tahun selalu menyediakan kue dan balon,“ kata perupa Slamet Abidin. kepada Cendana News, dalam pameran patung dan instalasi ‘Merayakan Waktu’ di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Slamet membeberkan, bahan instalasinya dari kayu dan balon, yang mengingatkan tentang waktu, di mana yang lama akan tergantikan dengan hal-hal yang baru.

Ide pembuatan instalasi ini, lanjut Slamet, merenungkan situasi dan kondisi sekarang ini. “Pohonan sudah habis digantikan gedung-gedung bangunan, tanpa adanya reboisasi, menanam kembali pohon,” katanya.

Menurut Slamet, kita sekarang hanya bisa menyaksikan pohon pada taman-taman yang jumlahnya sangat sedikit, dan hanya artifisial saja. “Kenyataan ini begitu sangat memprihatinkan, yang membuat bumi kita yang sudah tua begitu rentan bencana,“ paparnya.

Ada pun balon, berangkat dari hanya biasa saja atau tidak berguna menjadi berdaya guna. “Saya buat instalasi memakai kayu dan balon agar lebih menarik,” terangnya.

Slamet mengaku membuat instalasi ini sekitar seminggu, apalagi balon yang memang harus dikerjakan dengan bantuan orang lain. “Balon ini kalau dalam ruangan bisa bertahan seminggu, sesuai dengan masa pameran ini, karena sebelumnya sudah saya coba memang bisa bertahan satu minggu,“ tuturnya.

Ke depan, Slamet akan membuat instalasi dengan bahan lain yang bisa bertahan lama. “Tapi tetap dengan warna-warna balon yang sckotlight yang memang sangat saya suka,“ tegasnya.

Slamet berharap, pameran ini bisa menjadi ajang silaturahmi antara seniman dengan masyarakat yang menikamati karyanya.

“Pameran ini juga bisa menambah pengetahuan pada masyarakat, bahwa kita berkarya dengan bahan apa saja yang ada di sekitar kita, karena yang penting kita dapat menyampaikan pesan, seperti pada pameran ini yang mengingatkan kita tentang waktu,“ tandasnya.

Lihat juga...