hut

Seni Instalasi ‘Bongkar’ Karya Budi Tampilkan ‘Wajah’ Jakarta

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sebuah pameran patung dan instalasi ‘Merayakan Waktu’ di Taman Ismail Marzuki (TIM) menyiratkan tentang waktu sebagai anugerah terbesar bagi manusia, yang harus digunakan sebaik-baiknya. Karena waktu akan terus melaju, dan tak akan surut ke belakang.

Perupa Budi L Tobing, salah seorang seniman yang memamerkan karya dalam pameran tersebut menampilkan dua karya instalasi, yakni ‘Bongkar’ dan ‘Victory’.

“Konsep membuat instalasi ‘Bongkar’ ini dari pengalaman pribadi saya yang merenungkan kondisi di Jakarta sekarang ini,“ kata perupa Budi L Tobing dalam pameran patung dan instalasi ‘Merayakan Waktu’ di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (14/12/2018) malam.

Lelaki kelahiran Medan itu membeberkan pembuatan instalasi tersebut sebagai wujud dari keprihatinannya terhadap kondisi di Jakarta sekarang.

“Kampung Pulo atau Kalijodo, tempat hunian yang menurut pemerintah tidak layak tapi bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah menjadi sesuatu yang lain, maka dari itu saya ambil tema faktual dengan menggarap instalasi ‘Bongkar’,“ beber alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang kini mengajar di almamaternya.

Dalam memamerkan instalasi ‘Bongkar’, Budi tak hanya menghadirkan patung berbentuk orang yang sedang merenung, tapi juga penayangan audivisual yang begitu gamblang menggambarkan pembongkaran.

“Audiovisual juga menerangkan secara lebih detail mengenai patung berbentuk orang yang sedang merenung,“ ungkapnya.

Budi mengaku membuat karya instalasi berjudul ‘bongkar’ itu sekitar dua bulan. “Proses membuatnya dimulai dari ide, membuat sketsa, modeling sampai pada penampilan fisiknya,“ terangnya,

Selain instalasi ‘bongkar’, Budi juga menampilkan karya instalasi berjudul ‘Victory’. “Instalasi ‘Victory’ ini menyampaikan tentang kebebasan seorang perempuan dengan permasalahan yang dihadapinya,“ paparnya.

Budi memandang perkembangan seni patung sekarang semakin maju dan berkembang. “Setiap taman maupun gedung sekarang semakin banyak menghadirkan patung,“ tegasnya.

Memilih patung menjadi proses kreatif, Budi melihat tak setiap seniman melakukannya karena semua karya tergantung pilihan seniman.

“Saya menampilkan pengalaman pribadi dengan merenung, membuat karya seni patung yang menyampaikan pesan moral kepada masyarakat penikmat yang mengapresiasi karya seni saya,“ tandasnya.

Lihat juga...