Sepatu Pasien Lumpuh Karya Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Korea

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Sejumlah mahasiswa UGM berhasil menciptakan sebuah sepatu yang bisa mencegah kontraktur pergelangan kaki atau engkel pada penderita kelumpuhan. Sepatu ini dirancang dapat menggerakkan kaki sesuai standar fisioterapi, menggunakan mekanisme kontrol otomatis melalui smartphone dengan komunikasi bluetooth. 

Temuan ini bahkan berhasil meraih penghargaan medali perak dalam ajang Seoul International Invention Fair 2018, dan penghargaan Special Award dari King Abdulaziz University, pada 6-9 Desember 2018, di Seoul, Korea Selatan.

Seoul International Invention Fair merupakan ajang penghargaan dan pameran karya inovasi dari seluruh negara di dunia. Kegiatan ini diikuti 633 inovator dari 30 negara, sementara dari Indonesia terdapat 40 orang inovator.

Sepatu yang diberi nama Aveo, ini merupakan rancangan dari tim mahasiswa, terdiri dari Muhammad Fahmi Husaen dari prodi Komputer dan Sistem Informasi, Naufal Gugus Priambadha dari prodi Teknik Mesin.

Juga Septia Dini Rahayu dari Prodi Teknologi Instrumentasi, Danar Aulia Hasan dari Metrologi dan Instrumentasi, Widiyanto dari Komputer dan Sistem Informasi, Danang Ma’ruf dari Teknologi Instrumentasi, Danar Aulia Husnan dari Metrologi dan Instrumentasi, serta dosen pembimbing, Budi Sumanto, S.Si., M.Eng.

Muhammad Fahmi Husaen selaku ketua tim, mengatakan sistem sepatu Aveo dikembangkan berbasis mikrokontroler, dilengkapi motor servo yang diprogram sesuai dengan gerakan fisioterapi pergelangan kaki.

Ia menjelaskan, Aveo juga dilengkapi sensor Mechanomyogram (MMG), untuk mengukur ketegangan otot kaki saat sepatu bergerak, sehingga dapat memperkirakan pergerakan sepatu.

“Dari hasil pengujian tanpa sensor MMG, dapat disimpulkan bahwa sepatu Aveo mampu menggerakkan pergelangan kaki dan dapat berfungsi sebagai pengganti fisioterapis,” katanya.

Lihat juga...