Serunya Naik ‘Angsa’ Keliling Indonesia

Editor: Koko Triarko

189

JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menampilkan wahana wisata Danau Miniatur Arsipel Indonesia, dengan naik Angsa keliling kepulauan Indonesia. Wahana wisata ini salah satu yang digemari pengunjung yang menikmati liburan pergantian tahun. Sambil mengayuh pedal, Perahu Angsa akan terdorong maju dan siap membawa pengunjung berkeliling Indonesia. 

Animo pengunjung TMII untuk menikmati liburan jelang pergantian tahun dengan naik Perahu Angsa, sangat besar. Pengunjung rela antre menunggu giliran dengan sabar di dermaga. Sementara, pengunjung lain terus masuk melakukan pembelian tiket.

Masing-masing pengunjung tampak menikmati suasana libur wisata keliling kepulauan Indonesia. Mereka terlihat sambil bercanda ria di atas perahu.

Saat melewati tepian danau di depan anjungan Kalimantan Selatan, mereka pun melambaikan tangan kepada keluarganya yang duduk di tepian danau.

Rima, warga Sulsel yang berlibur ke TMII mengajak anaknya naik perahu angsa di Danau Miniatur Arsipel Indonesia TMII, Jakarta, Senin (31/12/2018). -Foto; Sri Sugiarti

“Saya dari Sulawesi Selatan, liburan ke Jakarta, jalan-jalan ke TMII. Ini naik Angsa mau keliling pulau Indonesia, nanti mampir dulu di Sulsel, kampung saya,” kata Rima, kepada Cendana News, ditemui di dermaga Danau Miniatur Arsipel Indonesia, Senin (31/12/2018).

Rima mengaku sudah empat hari berada di Jakarta, dan menyempatkan untuk wisata ke TMII, bersama suami dan anaknya.

“Kita tadi kunjungan ke anjungan Sulsel dan daerah lainnya, terus ke istana anak dan naik angsa ini. Seru, ya ngayuh angsa keliling Indonesia, anak saya senang banget,” tandasnya.

Sapto, warga Tangerang, mengaku setiap ke TMII selalu wisata mengelilingi kepulauan Indonesia, bersama keluarganya dengan naik angsa mesin.

“Saya kalau ke Taman Mini selalu naik perahu angsa mesin. Kalau angsa manual, nggak cukup, soalnya kan berlima. Biar seru keliling Indonesianya, ya naik angsa mesin bisa sekeluarga,” ujar Sapto.

Kepala Bidang Humas TMII, Jerrymias PT. Lahama, mengatakan, Danau Miniatur Arsipel Indonesia adalah sebuah danau yang menggambarkan kepulauan Indonesia. Di tengahnya terdapat pulau-pulau sesuai dengan kepulauan Indonesia, aslinya.

“Peta Indonesia sengaja ditampilkan di tengah area TMII. Di pinggir-pinggirnya itu bertaburan anjungan atau rumah adat daerah. Dengan naik angsa dari dermaga, ibarat kita mau menyeberangi lautan ke pulau atau daerah yang dituju, meskipun danau ini simbol,” ujar Jerry, Senin (31/12/2018).

Menurutnya, pengunjung yang ingin berwisata keliling Danau Miniatur Arsipel bisa memanfaatkan Perahu Angsa yang lokasinya juga masih dalam satu area di TMII.

Wahana rekreasi ini berada di muka pintu masuk ke Anjungan Provinsi Jawa Tengah, atau tidak jauh dari bawah jembatan Danau Miniatur Arsipel Indonesia.

Dermaganya berada di depan Anjungan Sumatra Utara dan Anjungan Kalimantan Timur. Pengunjung bisa turun ke pinggir danau dan langsung masuk loket pembelian tiket, yang sudah dijaga petugas dermaga.

Ada dua jenis perahu, yaitu angsa manual dan angsa mesin. Angsa manual, jelas dia, adalah sejenis perahu berbentuk angsa yang ditumpangi dua orang.

“Agar perahu ini bisa bergerak di atas air, penumpang harus mengayuhnya. Pasti seru, ya, karena mengayuh angsa silih berganti,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas TMII, Jerrymias PT. Lahama. -Foto: Sri Sugiarti

Sedangkan angsa mesin adalah perahu berbentuk angsa yang digerakkan mesin dengan penumpang maksimal tujuh orang.  Karena menggunakan mesin, tentu harga tiket juga berbeda. Yakni, tiket amvibi manual, masuk di dalamnya angsa manual dan sepeda air.

Satu perahu dipatok Rp 50.000, durasi 15 menit, dengan jumlah penumpang dua dewasa dan satu anak di bawah usia 7 tahun.

Tiket angsa mesin dipatok Rp20.000 per orang. Kapasitas tujuh  orang per unit, durasi satu kali mengitari danau, dengan jumlah tujuh penumpang. Anak usia 2 tahun ke atas sudah dikenakan bayar tiket.

Demi keamanan, untuk angsa manual, bobot berat badan yang baik diakumulasi hanya 150 kilogram. Sedangkan angsa mesin, bobot berat penumpang secara akumulasi 400 kilogram.

Persyaratan ini untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti perahu tenggelam atau terbalik di tengah danau.

Dijelaskan, untuk angsa mesin akan didampingi oleh seorang pengawas sepanjang perjalanan pengunjung berkeliling danau.

Sutoyo, petugas dermaga, mengingatkan penumpang agar berhati-hati saat mengayuh perahu angsa. Mengingat gelombang air danau tinggi. Sedangkan di tepi danau terdapat tali pembatas.

Sehingga penumpang harus pintar mensiasati membaca arus gelombang. Jika tidak, perahunya bisa terbawa gelombang, yang mengakibatkan perahu nyangkut di tali pembatas.

“Untuk angsa putih nomor 16, mohon arahkan perahunya ke tengah jangan bermain di pinggir danau. Karena di belakang perahu Anda, ada tali pembatas, dikhawatirkan perahu tersangkut nanti susah untuk dilepas,” teriak Sutoyo.

Baca Juga
Lihat juga...