Sistem Buka Tutup Jalur Pesisir Rajabasa Hindarkan Kemacetan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Penyaluran bantuan menggunakan kendaraan roda empat mengakibatkan kemacetan jalan lingkar pesisir. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan akhirnya memberlakukan jalur satu arah pada pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB untuk mengantisipasi hal tersebut.

Selanjutnya jalur akan dibuka kembali menjadi dua jalur pada pukul 11.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Penutupan jalur kembali dilakukan pada pukul 14.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB.

Pelaksana tugas Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto menyebutkan, pihaknya menggandeng Polda Lampung, Kementerian Pekerjaan Umum dan Korem 043 Garuda Hitam. Jadwal buka tutup jalur dua arah menuju pesisir Kalianda-Rajabasa diberlakukan semenjak Senin (31/12).

“Sistem buka tutup jalur jalan pesisir dilakukan pada titik jalan Way Muli dan Kunjir karena di sejumlah titik ada sejumlah alat berat yang bekerja memulihkan kondisi terdampak tsunami. Hanya kendaraan milik TNI dan Polri yang bertugas dapat masuk,” terang Plt Bupati Lampung Selatan dalam keterangan tertulis melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Lamsel melalui M. Sefri Masdian, Senin (31/12/2018).

Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto (kiri). Foto: Henk Widi
Pemkab Lamsel disebut Nanang Ermanto juga mengimbau agar masyarakat yang akan menyalurkan bantuan bisa mengetahui jadwal sistem buka tutup jalur.

Selain itu dengan banyaknya bantuan ke wilayah terdampak bencana secara mandiri berpotensi menimbulkan kemacetan. Kepada donatur yang ingin menyalurkan bantuan Pemkab Lamsel telah mendirikan posko penanganan bencana di rumah dinas bupati.

“Bantuan yang diberikan agar diberikan dan dibawa ke Pemkab Lamsel untuk dihitung jumlah dan jenis bantuan, selain untuk efektivitas sekaligus untuk kemudahan dalam pertanggungjawaban,” terang Nanang Ermanto.

Pemulihan lokasi terdampak bencana tsunami di wilayah Kunjir, Way Muli dilakukan dengan pengerahan alat berat. Sejumlah alat berat yang dikerahkan di antaranya milik PT. Waskita Karya, Balai Besar Way Seputih Way Sekampung, PT Adhi Karya dan sejumlah alat berat dari sejumlah BUMN.

Supri, pengawas alat berat PT. Waskita Karya menyebutkan, proses pembersihan puing puing di desa Kunjir dilakukan mulai dari bibir pantai.

Sejumlah bangunan untuk fasilitas wisata diantaranya tanggul penangkis, saung pada objek wisata pantai Gusung serta puing puing rumah warga telah dibersihkan. S

ebagai upaya membantu masyarakat pesisir akibat tsunami Wakita Karya diakuinya sudah menurunkan sebanyak 9 excavator, 11 dum truck, 2 water tank, 1 unit truk crane dan sebanyak 1 unit mobil trailer.

“Selain membantu sembako kepada korban tsunami sejumlah alat berat untuk membersihkan material rumah yang rusak diterjunkan hingga kondisi kembali membaik,” terang Supri.

Pantauan Cendana News di sejumlah titik masuk menuju jalan pesisir Kalianda Rajabasa dijaga oleh pihak kepolisian dan TNI. Titik yang dijaga dan diberi water barrier dan baner imbauan, di antaranya di pertigaan menuju dermaga Bom Kalianda tepatnya di wilayah Beringi, perempatan Gayam.

Imbauan dari Satuan Lalu Lintas Polres Lamsel tersebut di antaranya agar kendaraan roda empat atau lebih yang akan ke lokasi bencana masuk melalui Kalianda, Canti, Way Muli, Kunjir keluar lewat Gayam.

Lihat juga...