Skala Hobi, Kembangkan Hidroponik di Pekarangan Rumah

Editor: Satmoko Budi Santoso

2.142

BEKASI – Sistem tanam hidroponik di perkotaan kian berkembang, meskipun hanya sebatas hobi. Berbagai media pun bisa dimanfaatkan, tapi kunci sukses bercocok tanam hidroponik adalah pada komitmen pengelolaan yang baik.

Komitmen yang dimaksud adalah juga keseriusan dalam bercocok tanam, meskipun skala hobi dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Guna memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun untuk skala bisnis.

“Budidaya hidroponik ini, butuh komitmen pelakunya. Prinsipnya, hidroponik adalah bercocok tanam bermedia selain tanah,” kata Tedy Adam, pegiat hidroponik, saat memberi pelatihan sistem bercocok tanam di Mau Farm, Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin (3/12/2018).

Dikatakan, beberapa hal yang diperlukan oleh unsur tanaman hidroponik, seperti sinar marahari, nutrisi, oksigen dan air. Sedangkan teknik hidroponik menggunakan beberapa sistem, meliputi sistem wick atau sumbu, DFT, dan rakit apung.

Tedy Adam, pegiat hidroponik di Kota Bekasi, memberi pelatihan masyarakat dengan gratis – Foto: Muhammad Amin

Untuk sistem aliran nutrisi, lanjutnya, dalam hidroponik sangat beragam. Namun ,bagi skala hobi dan rumah tangga, dibagi menjadi tiga. Sistem nutrisi statis, sirkulasi, dan siram.

“Beragam tanaman bisa dikembangkan melalui hidroponik. Bahkan teknologinya pun terus berkembang. Sampai ada sistem tanaman untuk jenis starawberry bisa dilakukan dengan cara hidroponik,” kata Tedy Adam.

Dia mengaku, sudah mencoba berinovasi, bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik di dekat bibir pantai dengan menanam berbagai jenis sayuran. Hal itu dilakukan di Makassar, di dekat Pantai Losari.

Menariknya, lanjut dia, sistem hidroponik ini menggunakan air sebagai media utama. Sementara, sambung Tedy, untuk media bisa menggunakan botol atau gelas bekas air mineral. Artinya, sistem hidroponik adalah bercocok tanam yang ikut menjaga lingkungan.

“Hidroponik ini, bisa menanam semua jenis tanaman yang berbatang kecil saja. Seperti terong dan melon bisa dilakukan dengan sistem hidroponik,” tandasnya, mengaku sistem hidroponik itu terus berkembang tanpa batas.

Untuk perlengkapan dalam memulai bercocok tanam secara hidroponik, seperti media tanam, TDS meter, PH meter, kain flanel atau sumbu. Untuk bisa panen setiap hari, dapat dilakukan dengan mengatur sistem semai dan tanam, sesuai umur panen tanaman.

Lebih lanjut, Tedi mengatakan, dalam hidroponik, perlu dikontrol selain EC adalah kestabilan PH air. Untuk berada di kisaran 5,8 sampai dengan maksimal 6,5. Karena sebagus apa pun nutrisi tersebut, jika penggunaannya kurang tepat, akan mempengaruhi hasil. Artinya, tanaman hidroponik, bisa mengatur kandungan PH, sehingga kandungan klorofil dan nutrisi tanaman bisa sesuai.

Nutrisi ini, seperti makanan, ada karbohidrat, protein, vitamin dan suplemen lainnya yang berguna untuk tumbuh kembang tanaman. Dalam kesempatan itu, Tedi Adam mengakui, disamping kelebihan, tanaman hidroponik juga ada kekurangannya. Seperti biayanya tinggi, teknologi terus berkembang dan bahan baku.

Baca Juga
Lihat juga...