Skybridge Tanah Abang Diuji Coba Selama Empat Hari

Editor: Makmun Hidayat

188

JAKARTA —- Uji coba Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Skybridge Tanah Abang yang dimulai Jumat (7/12) masih membuat banyak warga tampak bingung. Pada peralihan penggunaan skybridge ini, butuh penyesuaian.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai wajar kalau warga masih banyak yang bingung dalam menggunakan skybridge. Menurutnya itu normal terjadi, sebab butuh peralihan penyesuaian dengan hal yang baru.

“Iyalah (bingung). Biasa, itu normal saja. Kita saja ganti HP perlu coba, masih bingung enter-nya dimana, titik dimana, tombol dimana,” kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Meskipun baru uji coba, Anies ingin warga DKI membiasakan diri dengan kehadiran fasilitas baru di Tanah Abang. Sehingga, mereka nantinya akan terbiasa dengan sendirinya.

Selain uji coba, dia juga bakal melihat kondisi fasilitas sebenarnya. Kemudian hasil uji coba bakal menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan fasilitas di masa mendatang.

“Kalau menyangkut perilaku orang itu, meski kita sudah ada fasilitasnya, dilihat seperti apa, sambil kita lihat cara mereka memanfaatkan fasilitasnya seperti apa, dipantau saja,” ungkap Anies.

Diberitahukan, Pemerintah Provinsi DKI melakukan uji coba pemakaian Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge Tanah Abang, Jakarta Pusat, selama empat hari lamanya mulai 7 Desember hingga 10 Desember 2018 mendatang.

Menurut Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi, selama dua jam ujicoba keberadaan skybridge membawa dampak positif. Penumpang kereta api melintas dengan skybridge jumlahnya cukup banyak mencapai ratusan orang. Hasil dari uji coba dikhususkan pada arus masyarakat melintas selama 2,5 jam hari ini.

“Sekali gerbang keluar kereta 200 paling nggak yang lewat JPM 100-150. Misal satu gelombang masuk 200 itu paling tidak yang pake skybridge 60-70 persen,” ujarnya saat dihubungi wartawan.

Namun pihaknya masih mendapati banyak pejalan kaki yang kebingungan soal arah karena minim papan penunjuk jalan. Menurutnya, papan penunjuk arah tersebut harus mencolok sehingga warga yang melintas bisa lebih mudah menyadarinya.

Signed masih kurang, jadi orang masih bingung ke blok F mana. Ada tapi kecil terus tidak pake scotlight, tidak menyolok signed ini, harus jelas, harus ada petugas yang mengarahkan harus ada sosialisasi, ada gambar,” sebutnya.

Di sisi lain dia mengklaim para pejalan kaki di JPM Tanah Abang begitu senang dengan adanya akses jalan kaki. Sebab suasananya terbilang jauh lebih nyaman ketimbang harus menyeberangi jalan melewati kolong JPM.

Arus lalu-lintas dibawahnya pun menjadi lebih terurai karena tak ada lagi kerumunan antara warga yang ingin menyeberang dengan angkutan umum yang melintas. Sementara bagi pedagang yang bakal ditempatkan di atas JPM, nantinya mereka akan mulai ditempatkan pada Senin minggu depan.

Sementara Direktur Utama PD Pasar Jaya, Yoory C. Pinontoan, mengatakan, pihaknya mengizinkan para pejalan kaki untuk bisa melintas di JPM Tanah Abang. Dia akan selalu mengevaluasi setiap harinya terkait kekurangan dari fasilitas di sana.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui kekurangan yang harus disempurnakan sampai dengan JPM Tanah Abang ini di resmikan oleh Bapak Gubernur pada kesempatan yang akan datang,” katanya lewat pesan tertulis kepada wartawan.

Yorry menjelaskan, tujuan lain dari pembangunan JPM ini adalah untuk menciptakan integrasi antar moda transportasi di Stasiun Tanah Abang. Menurut dia, program ini sebagai solusi atas kesemerawutan yang terjadi dalam kurun waktu lima tahun terakhir di depan pintu stasiun kereta api Tanah Abang.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya membangun JPM Tanah Abang dengan fasilitas halte dan keterhubungan dengan blok-blok pasar Tanah Abang.

Adapun ketiga halte yang dimaksud adalah: halte di pintu Stasiun Tanah Abang Jalan Jatibaru (persisnya dibawah JPM). Kemudian halte di sisi selatan flyover Jatibaru (persisnya diseberang stasiun jatibaru bengkel).

“Halte yang belum terbangun adalah halte di pintu stasiun Tanah Abang Jalan Jatibaru engkel,” kata dia.

Sementara uji coba yang dilakukan hari ini, lanjut dia, adalah ujicoba pengoperasian lintasan untuk orang dan angkutan umum, yakni lintasan pergerakan orang melintas JPM dan lintasan angkutan umum pergerakan Trans Jakarta dan Mikrolet.

Adapun rute bus Transjakarta yang akan menggunakan halte-halte tersebut adalah: Rute Bus 5 F, Kampung Melayu – Tanah abang dan Rute Bus 8C, Iskandar Muda – Tanah Abang. Kedua rute tersebut akan melewati Jalan kebon Jati-belakang Blok G-Jalan Jatibaru Raya (di bawah JPM), berhenti di halte baru Jatibaru dan halte Jatibaru bengkel, kemudian lewati Flyover Cideng, Hotel Millennium-Jalan Fachrudin.

Tak hanya itu rute tersebut juga dilewati oleh Rute bus 1H, Tanah Abang-Gondangdia, Rute bus GR 2, dan Tanah Abang Explorer.

Baca Juga
Lihat juga...