Smart TB, Inovasi Baru Pelayanan Tuberculosis

Editor: Mahadeva

Beby Dwi Lestari, S.Ked - Foto M Noli Hendra

PADANG – Sebuah inovasi layanan kepada penderita Tuberculosis (TB), diciptakan mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat. Inovasi yang diciptakan oleh 10 dokter muda Unand itu, adalah aplikasi Smart TB.

Beby Dwi Lestari, S.Ked, salah satu inisiator menjelaskan, aplikasi itu untuk memudahkan penderita TB dalam mendapatkan layanan kesehatan, di Kota Padang. Smart TB merupakan project , para dokter muda yang melakukan praktik di Puskesmas Andalas Padang selama sembilan minggu. Munculnya aplikasi itu, untuk menyasar lebih banyak penderita TB di kawasan Kecamatan Padang Timur.

Data yang ada memperkirakan ada 1.280 target suspect TB di daerah tersebut. Namun, diperkirakan hanya 896 orang yang berhasil dilayani secara medis di Puskesmas Andalas. “Rendahnya suspect TB yang datang ke Puskesmas, karena malu atau enggan datang ke Puskesmas. Untuk itu, perlu adanya aplikasi yang dapat memudahkan pasien mendapatkan pengobatan,” katanya, Kamis (20/12/2018).

Smart TB adalah aplikasi sistem pencatatan dan pelaporan suspek TB, yang dilakukan oleh kader dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di wilayah kerja Puskesmas Andalas. Dengan aplikasi tersebut, kader dan FKTP dapat melaporkan suspect TB yang ditemukan. Dengan aplikasi tersebut, terdapat sistem pencatatan yang terintegrasi. Kader yang menemukan suspect TB dan melaporkan suspect tersebut melalui aplikasi Smart TB. Setelah itu, petugas puskesmas dapat merespon dalam waktu satu kali 24 jam, untuk mengkonfirmasi suspect TB.

Lihat juga...