SMPN 1 Bekasi Edukasi Pedagang Soal Pangan Aman

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1, Kelurahan Bekasijaya, Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar), mewujudkan kantin sehat bebas bahan pengawet dan pewarna.

“Pedagang kantin dilakukan pembinaan tentang kesehatan. Di samping itu, sekolah memiliki alat penguji makanan yang diberikan BPOM RI,” jelas Susi Widia Hesti, wakil Prasarana Sekolah SMPN 1, Kota Bekasi, Kamis (20/12/2018).

Susi Widia Hesti, wakil Prasarana Sekolah SMPN 1, Kota Bekasi -Foto: M Amin

Dikatakan, pemberlakuan kantin sehat sudah dilaksanakan pada 2018, dalam mengupayakan keamanan pangan dan kantin, dengan menciptakan kantin tanpa pengawet, perwarna, penyedap, pemanis dan pengenyal (5P).

Pihak sekolah sudah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Jabar. Saat ini, sudah memiliki alat untuk penguji makanan, semuanya empat jenis.

“Kantin di SMP Negeri 1, ada sepuluh pedagangnya menjual aneka menu, mie ayam, nasi uduk, siomay, pempek, cemilan, pop ice, ada bakso dan nasi goreng,” papar Susi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sebelumnya SMP Negeri 1 Kota Bekasi bersama sekolah lainnya di Kota Bekasi, sudah melakukan pelatihan dan perlombaan yang diikuti sekolah Kabupaten Kota di tingkat Provinsi Jabar.

Menurutnya, lomba kantin sehat diikuti tidak hanya SMP, tetapi ada tingkat SMA. Dan, SMP Negeri 1, Kota Bekasi dalam lomba itu mendapat nilai bagus, mendapat anugerah bintang keamanan pangan dan kantin sehat nomor urut dua se-Jabar.

Setelah kembali dari mengikuti pelatihan tentang pangan dan kantin sehat, sekolah mengumpulkan pedagang kantin untuk diberi pelatihan tentang kesehatan kantin.

Saat ini, seluruh pedagang kantin SMPN 1 Kota Bekasi sudah menggunakan celemek dan setiap sudut kantin ada kotak sampah. “Saat ini. sudah bagi rapor, sekolah sedang libur. Pedagang kantin sudah tidak buka,”pungkasnya.

Lihat juga...