Studi di Coventry University, Melongok BPJS ala Inggris

Editor: Satmoko Budi Santoso

JEMBER – Guna mempelajari sistem kesehatan terbaik di dunia, Tantut Susanto, dosen di Fakultas Keperawatan (FKep) Universitas Jember, terpilih menjadi salah satu dosen di Indonesia yang dikirim oleh Direktorat Karier dan Kompetensi SDM, Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk belajar di Inggris.

​“Inggris memiliki National Health System atau NHS, yakni sistem kesehatan yang merupakan salah satu sistem kesehatan terbaik di dunia. Jika di Indonesia mungkin seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan. Oleh karena itu, selama tiga minggu yang lalu di negara Ratu Elizabeth, kami banyak belajar mengenai  pemerintah Inggris menjalankan NHS,” kata Tantut, saat Cendana News menemui di kampus FKep, Universitas Jember, Kamis (13/12/2018).

Coventry University sengaja dipilih, sebab perguruan tinggi ternama di Inggris ini memiliki Faculty of Health and Life Sciences, dan School of Nursing, Midwifery and Health yang berada di bawah Faculty Research Centre for Innovative Research Across the Life Course.

Dalam studi itu, Tantut Susanto bersama 23 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti kegiatan short course di bidang Health Sciences di Coventry University.

​Selama di Coventry University, para peserta short course dibimbing memahami Universal Health Coverage langsung oleh Prof. Guy Daly selaku Executive Dean of the Faculty of Health and Life Sciences, dan Adam Layland yang merupakan dosen senior pada mata kuliah Leadership and Management, School of Nursing, Midwifery and Health.

“Materi kursus meliputi health system, health insurance, economic evaluation, health policy. Kami juga diajak mengkaji perbandingan antara evaluasi cakupan kesehatan universal saat ini di Indonesia dan Inggris. Kemudian melakukan evaluasi dan pengembangan kebijakan kesehatan nasional di Indonesia, termasuk rekomendasi untuk menutup kesenjangan defisit yang ada. Selain materi yang terkait sistem kesehatan, kami juga berlatih menulis untuk publikasi dalam jurnal internasional,” ujar Tantut.

​Dosen yang meraih gelar S3 di Kanazawa University, Jepang ini, juga menjelaskan, National Health Services (NHS), adalah layanan kesehatan bagi semua rakyat Inggris Raya yang sudah diterapkan semenjak 5 Juli 1948.

“Berbeda dengan BPJS Kesehatan yang menarik iuran tiap bulan, maka dana operasional NHS diambilkan dari pajak yang dibayar oleh warga Inggris. Bahkan warga asing seperti mahasiswa yang tengah menuntut ilmu pun bisa mendaftar. Dalam praktiknya, peserta NHS mendaftarkan diri ke primary care atau semacam Puskesmas jika di Indonesia.

Bisa juga mendaftarkan diri ke dokter praktik atau general practioner (GP) yang terdekat dengan dia tinggal,” kata Tantut yang sempat mengunjungi Walsall Hospital di kota Birmingham, melihat dari dekat pelaksanaan NHS.

Dalam sistem NHS, maka general practioner inilah yang menjadi ujung tombak untuk memberikan layanan bagi klien yang terdaftar. Untuk aplikasinya, apabila pasien ingin bertemu dokter, maka mereka bisa membuat janji sebelum hari H pemeriksaan, atau langsung telepon NHS, apabila merasakan gejala yang cukup serius dan memerlukan pertolongan segera.

NHS juga memberikan layanan transportasi dalam menjemput pasien, beberapa klien yang mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan, yang diwadahi oleh Community Transport di setiap kota.

Lihat juga...