Sumbar Belajar Program Kreatif Kehumasan ke Jabar

Editor: Mahadeva WS

PADANG – Biro Humas Sekretariat Daerah Pemprov Sumatera Barat, melakukan sharing informasi, dengan Bagian Humas Pemprov Jawa Barat. Pembicaraan yang dilakukan, seputar inovasi program. 

Kepala Biro Humas Sekretariat Daerah Sumatera Barat, Jasman Rizal, mengatakan, Jawa Barat dipilih untuk sharing informasi, karena Biro Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Jawa Barat, meraih penghargaan pengelolaan humas terbaik.  “Tentu kita ingin, ke depan Biro Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, bisa melahirkan inovasi-inovasi program, sebagai kepanjangan tangan pemerintah kepada masyarakat,” katanya, Jumat (21/12/2018).

Selain mempelajari program kreatif yang ada di Biro Humas dan Protokoler, Sekretariat Daerah Jawa Barat, kegiatan tersebut juga mendorong jajarannya bersama awak media di Padang, untuk sama-sama mendapatkan inovasi dalam pengelolaan informasi. Termasuk model kerja sama antara Biro Humas dengan media massa.

“Jadi ke Bandung itu, Humas Pemprov Sumbar pergi bersama 23 wartawan dari Padang, kenapa membawa wartawan, karena yang membantu merealisasikan program humas ke masyarakat itu adalah media, jadi perlu dibawa,” jelasnya.

Jasman menyebut, program yang dilaksanakan oleh Biro Humas dan Protokoler Jawa Barat, sangat kreatif. Kunjungan tersebut, menjadi upaya untuk mempelajarinya, sehingga ke depan mungkin bisa diterapkan di Sumbar.

Kepala Bagian Publikasi Peliputan dan Dokumentasi Pemprov Jabar, Aziz Zulficar Aly Yusca, menyatakan, suatu ungkapan yang positif, jika Jabar menjadi tempat kunjungan untuk sharing dan diskusi tentang program kehumasan.  Biro Humas dan Protokoler Jabar membawahi tiga bagian. Bagian pelayanan media dan informasi, bagian publikasi peliputan dan dokumentasi, serta bagian keprotokolan. Ketiganya bekerja dengan program-program yang menyesuaikan dengan gaya Gubernur Ridwal Kamil, yang sangat melek terhadap teknologi.

Beberapa di antara program tersebut adalah, Jabar Quick Response (JQR), aplikasi yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan masalah sosial kemasyarakatan secara langsung. Misal terkait pelayanan rumah sakit, persoalan sosial lainnya.  “Seperti aplikasi Lapor, akan tetapi lebih ke masalah sosial kemasyarakatan. Selain itu, ada program Dapur Ngebrek, di sana, setiap minggu diatur agenda setting yang kemudian diteruskan dalam wujud disain atau video grafis, untuk memperkuat basis media sosial Pemprov Jabar,” sebutnya.

Sub bagian peliputan, memiliki ragam tugas dan program, yang utamanya untuk mendukung kerja lapangan. Seperti membuat Photoboot di setiap kegiatan, yang diperlukan setiap kedinasan. Mengelola program Jabar Punya Informasi (Japri), dengan model Presscon kekinian, di mana konferensi pers digelar di hadapan masyarakat dan para wartawan, di ruang terbuka dan ditemani secangkir Kopi Punteng, kopi khas Jawa Barat.

“Kami merangkul mahasiswa, komunitas-komunitas, dan tenaga kreatif non-ASN, untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan program-program pemerintahan. Ini dilakukan, agar semua pihak merasakan betul, bahwa Jabar ini milik bersama, dan harus diurus bersama,” ucapnya.

Mengenai kerja sama dengan media massa, Aziz menyebut, Humas Jabar memastikan, media massa yang bekerja sama dengan pemprov harus terverifikasi secara lengkap, oleh Dewan Pers. Informasi media melalui lembaga Nielsen juga ikut menjadi bahan pertimbangan. Seluruh program tersebut, didukung alokasi anggaran yang cukup besar dari APBD Provinsi Jabar. Setidaknya dalam setahun, Biro Humas Pemprov Jabar menerima dan mengelola anggaran hingga Rp50 miliar. Di mana sekira Rp40 miliar digunakan di dua bidang selain keprotokolan.

Lihat juga...