Tabur Puja Bangkitkan Usaha Warga Desa Mandiri Lestari Kedungkandang

Editor: Satmoko Budi Santoso

230

MALANG – Skema pemberian pinjaman modal usaha bagi para anggota Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja), telah mampu membangkitkan semangat masyarakat Desa Mandiri Lestari (DML) Kedungkandang untuk mulai merintis usaha, guna membantu memperbaiki kondisi perekonomian keluarga.

Setidaknya hal inilah yang dirasakan salah satu anggota Tabur Puja Melati yang berada di RT 01 RW 04, Suliani, dalam beberapa bulan belakangan ini.

Diceritakan Suliani, sejak dirinya menjadi anggota Tabur Puja Melati yang bersinergi dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Subur dan menerima pinjaman modal usaha sebesar dua juta rupiah dari program yang digagas Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) tersebut, ia coba memberanikan diri untuk mulai merintis usaha di bidang kuliner.

Meskipun usahanya baru berjalan dua bulan, namun bisa dikatakan pelanggannya sudah cukup banyak, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

“Selama ini saya belum pernah punya usaha, tapi setelah ada pinjaman dari Tabur Puja, saya gunakan uangnya untuk modal usaha berjualan rujak, gorengan dan mie rebus,” ujarnya. Harga rujak hanya lima ribu rupiah per porsi, gorengan seribu rupiah dan mie rebus harganya tiga ribu lima ratus rupiah.

Diakui Suliani, dari beberapa menu yang ia jual tersebut, gorengan menjadi menu yang paling laris dan banyak diminati anak-anak.

“Kebanyakan yang beli adalah anak-anak sekolah karena lokasinya yang memang dekat dengan sekolah dan pondok pesantren,” akunya.

Dari hasil keuntungan usaha kulinernya tersebut, sebagian ia bisa gunakan untuk membayar cicilan angsuran dan sebagian lagi ditabung untuk membantu perekonomian keluarga.

Menurutnya, penerapan pembayaran angsuran yang dilakukan Tabur Puja tidak menyulitkan karena ia bisa mencicil sebesar 50 ribu rupiah setiap minggu.

“Kami sangat bersyukur, dulu kami yang tidak punya usaha, sekarang dengan adanya pinjaman dari Tabur Puja kami bisa membuka usaha. Dulu yang hanya mengandalkan dari pendapatan suami, sekarang dengan adanya usaha ini sudah sedikit membantu perekonomian keluarga,” ucapnya.

Rumah Suliani dan Subakir yang mendapat bantuan bedah rumah dari Yayasan Damandiri – Foto: Agus Nurchaliq

Lebih lanjut, selain mendapatkan pinjaman modal usaha dari Tabur Puja, Suliani bersama sang suami, Subakir, juga mendapatkan bantuan bedah rumah dari program DML Damandiri.

Disampaikan Subakir, dulu sebelum mendapatkan bantuan bedah rumah, kondisi rumah bisa dikatakan tidak layak huni karena masih berdindingkan bambu atau gedhek.

“Dulu rumahnya dari gedhek atau bambu, kalau hujan sering bocor dan banyak rayap. Tapi alhamdulillah sekarang sudah dapat bantuan, dindingnya sudah ditembok, lantainya diplester sehingga sudah layak dihuni untuk membesarkan keempat anak. Kami juga dibuatkan warung oleh Damandiri untuk tempat Suliani berjualan rujak,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...