TAGANA Dikerahkan Bantu Warga Terdampak Banjir di Lamsel

Editor: Koko Triarko

173
LAMPUNG – Terjangan banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, masih terlihat di sejumlah rumah warga. Sebagai upaya membantu masyarakat terdampak banjir, belasan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Selatan, diterjunkan untuk mendirikan dapur umum lapangan (Dumplap).
Roni Kasim, Koordinator Tagana Lamsel, menyebut Dumlap yang didirikan di halaman salah satu warga itu dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel. Selain mendirikan dumlap, bersama BPBD Lamsel juga mendirikan shelter untuk warga yang rumahnya terdampak banjir.
Meski demikian, sebagian warga memilih bertahan di dalam rumah setelah banjir merendam 1.077 rumah dengan ketinggian air bervariasi dan 800 lebih warga terdampak.
Pendirian dumlap, kata Roni Kasim, juga merupakan arahan dari Dinas Sosial Lamsel, melalui Achmad Gustus, selaku Kepala Bidang Jaminan dan Bantuan Sosial.
Dapur umum lapangan yang merupakan sebuah mobil yang dilengkapi peralatan memasak tersebut, dipergunakan untuk membantu warga yang tidak bisa memasak setelah banjir.
“Prioritas pendirian dapur umum lapangan untuk memberikan bahan makanan bagi warga yang terimbas banjir. Sesuai instruksi hari pertama, kami memasak ratusan porsi sesuai data dari kepala desa, untuk makan pagi dan siang, sembari menunggu stok,” terang Roni Kasim, Sabtu (1/12/2018).
Sudani, salah satu warga membersihkan sampah yang masuk ke dalam rumah akibat banjir -Foto: Henk Widi
Sesuai data dari kepala desa Rangai Tritunggal, Kecamatan Katibung, jumlah warga yang harus mendapatkan pasokan makanan sebanyak 896 orang.
Banjir yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (30/11) disebutnya memiliki kedalaman air 50 cm hingga 100 cm. Debit air hujan yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut membuat personel Tagana Lamsel berjumlah 15 orang, dan personel BPBD Lamsel serta unsur lainnya, turut dikerahkan.
Roni Kasim menyebut, meski banjir sempat melumpuhkan lalu lintas Rajabasa ke Bakauheni, namun kini lalu lintas kembali normal. Sejumlah warga sudah bergotong royong membersihkan drainase yang tersumbat, sehingga potensi banjir susulan bisa diminimalisir.
Roni Kasim juga menyebut, selain Desa Rangai Tritunggal, sejumlah wilayah yang terdampak banjir, di antaranya Desa Tarahan, Pardasuka, Tanjungratu dan Tanjungan.
“Pendirian dapur umum lapangan dan shelter berupa tenda akan dilaksanakan hingga batas waktu yang belum ditentukan, memperhatikan kondisi cuaca,” beber Roni Kasim.
Sementara itu, lanjut Roni Kasim, persediaan bahan makanan yang disediakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lamsel, juga akan dibantu oleh Dinas Sosial Provinsi Lampung.
Proses memasak menggunakan dapur umum lapangan, selain mengerahkan relawan Tagana juga dibantu oleh masyarakat. Ia menyebut untuk bahan makanan yang dibagikan kepada masyarakat diolah di dapur umum lapangan.
Makanan tersebut berupa nasi, ikan sarden, mie instan yang didistribusikan melalui sejumlah ketua RT dengan total 31 RT.
Bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Lampung, akan disalurkan ke lokasi dapur umum lapangan menyesuaikan kondisi. Ia berharap, kejadian banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah Lamsel dalam beberapa hari terakhir segera reda.
Relawan Tagana dan BPBD Lamsel masih tetap akan bersiaga di lokasi tersebut, sesuai instruksi dan koordinasi Dinas Sosial Lamsel.
Roni Kasim, Koordinator Tagana Lamsel memimpin relawan dalam pengoperasian dapur umum lapangan pascabanjir di Desa Rangai Tritunggal Desa Katibung. Lampung Selatan -Foto: Henk Widi
Sudani, salah satu warga terdampak banjir di Desa Rangai Tritunggal, masih membersihkan area rumahnya. Ia menyebut, sebagian barang-barang elektronik yang ada di dalam rumah sudah diamankan.
Dibantu anak-anak dan anggota keluarga, ia membersihkan lumpur yang menggenang di dalam rumah, dan menjemur sejumlah peralatan yang basah.
“Masih kuatir saat hujan melanda, karena potensi banjir masih bisa terjadi. Tetapi, lokasi pengungsian sudah disediakan BPBD Lamsel berikut dapur lapangan,” terang Sudani.
Kepala Desa Rangai Tritunggal, Sofyan, menyebut respons cepat dari berbagai unsur saat bencana banjir sangat diapresiasi. Lokasi banjir yang merupakan jalur lintas tengah Sumatra, sempat mengalami kemacetan parah hingga 8 kilometer.
Pengaturan lalu lintas dari unsur kepolisian, bantuan melalui relawan dan instansi terkait hingga kini masih berlangsung. Ia berharap, dapur umum lapangan dan tenda darurat masih disiagakan di desa tersebut, jika sewaktu-waktu banjir kembali melanda.
Baca Juga
Lihat juga...