Tak Ada Pasokan, Pedagang Datangkan Daging Ayam dari Malaysia

NUNUKAN — Pedagang di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terpaksa mendatangkan daging ayam dari negara tetangga Malaysia karena tidak ada pasokan dari peternak lokal sejak beberapa terakhir, sehingga dikeluhkan masyarakat setempat.

Pedagang daging ayam di Pasar Pagi Kabupaten Nunukan, Hamba Timah, mengatakan sejak empat hari terakhir ini daging ayam yang dijual didatangkan dari Tawau (Malaysia) dalam keadaan beku.

Dia mengatakan pasokan ayam dari peternak lokal tidak ada sementara pasokan dari Sulawesi Selatan disetop.

“Saya jual daging ayam dari sebelah (Tawau) karena tidak ada ayam lokal. Sementara banyak pelanggan yang mencari,” ujar perempuan paruh baya itu, Kamis (20/12/2018).

Dia mengatakan setiap harinya membeli 400 kilogram daging ayam dari negara tetangga demi memenuhi permintaan pelanggannya dengan harga Rp38.000 per kilogram.

Itupun seringkali tidak cukup apalagi saat ini menjelang perayaan Hari Natal bagi umat Nasrani. Selain itu, lanjutnya, ayam peternak lokal belum dipanen.

Hal yang sama diutarakan Dedi, pedagang daging ayam di Pasar Inhutani Kelurahan Nunukan Utara, mengatakan selama tidak ada pasokan dari peternak lokal terpaksa mendatangkan daging ayam beku atau masih hidup dari Malaysia sejak sepekan terakhir.

Tidak adanya daging ayam segar di daerah itu akibat ayam milik peternak lokal belum panen. Ia mengatakan informasi yang didapatkannya kemungkinan ayam potong segar lokal baru dipanen mendekati Hari Natal.

Kelangkaan daging ayam segar di Kabupaten Nunukan akibat tidak adanya pasokan dari Sulawesi Selatan yang telah dilarang masuk sejak beberapa bulan terakhir.

Dedi mengakui mendatangkan daging ayam atau masih hidup dari Malaysia hanya sebagai alternatif semata untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Apabila ayam potong lokal telah panen maka tidak akan membeli lagi ayam dari Malaysia. Dia mengharapkan ke depannya ketersediaan ayam lokal selalu berkesinambungan agar tidak langka seperti sekarang ini.

Daging ayam beku dari Malaysia dijual kepada pelanggannya dari Rp38.000 hingga Rp40.000 per kilogram. (Ant)

Lihat juga...