Tanah Longsor Dominasi Bencana Alam di Jabar

206
Bencana longsor, ilustrasi -Dok: CDN
BANDUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, mencatat selama periode Januari-November 2018 telah terjadi 1.399 kejadian bencana alam di wilayah provinsi itu.
Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Jabar, Budi Budiman Wahyu, mengatakan, dari 1.399 kejadian bencana alam itu didominasi kejadian tanah longsor.
Dari 1.399 kejadian bencana alam itu, 452 kejadian tanah longsor, kebakaran hutan 416 kejadian, puting beliung 260 kejadian, banjir 123 kejadian, kebakaran hutan dan lahan 141 kejadian, gelombang pasang lima kejadian dan gempa bumi dua kejadian.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jabar, menyatakan Pemprov Jabar menetapkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor dari 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019.
Kepala BPBD Jabar, Dicky Saromi, mengatakan penetapan status siaga darurat banjir dan longsor Provinsi Jabar periode 2018-2019, berdasarkan SK Gubernur setempat nomor 362/Kep.1211-BPBD/2018.
Menurut dia, dengan adanya penetapan status siaga bencana banjir dan longsor tersebut, maka ada sejumlah upaya yang dilakukan oleh stakeholders terkait penanganan bencana di Jabar.
Sejumlah upaya tersebut, kata dia, di antaranya adalah segera mempersiapkan segala upaya atau tindakan, dalam rangka menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir, tanah longsor maupun angin puting beliung.
Selain itu, segera menginventarisir kesiapan dan pengerahan sumberdaya manusia (SDM), peralatan logistik yang ada, serta yang diperlukan dan segera melakukan pengurangan risiko atau mitigasi bencana dan mengimbau serta mengaktif peran serta masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...